Kemenhub Dukung Kepolisian Tindak Tegas Oknum Mafia Karantina Di Bandara Soekarno Hatta

man-headphones

CN, Jakarta - Kementerian Perhubungan mendukung sepenuhnya tindakan tegas dari pihak kepolisian terhadap oknum mafia karantina di bandar udara Soekarno Hatta. 

“Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I yang merupakan bagian dari Ditjen Perhubungan Udara dan membawahi wilayah kerja Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, siap bekerja sama untuk kelancaran proses investigasi,” demikian ditegaskan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Seperti diberitakan, bahwa terdapat oknum mafia karantina di Bandara Soekarno Hatta, oknum tersebut membantu meloloskan WNI yang baru datang dari India dengan menerima sejumlah uang, sehingga WNI tersebut tidak mengikuti proses karantina selama 14 hari.

Adanya varian baru virus corona telah muncul di India. Pemerintah Indonesia telah mengambil tindakan pencegahan penyebaran dengan memberlakukan karantina selama 14 hari bagi WNI yang baru tiba dari India.

Sehubungan dengan pas bandara yang memungkinkan petugas untuk mendapatkan akses di dalam bandara, dapat dijelaskan bahwa Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Soekarno Hatta melakukan proses penerbitan pas bandara sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 33 Tahun 2015 tentang Pengendalian Jalan Masuk (Access Control) Ke Daerah Keamanan Terbatas Di Bandar Udara, dengan tahapan yang ketat sebagai berikut:

1.    Instansi mengajukan permohonan akun dan kuota pas bandara yang diberikan

2.    Dilakukan evaluasi terhadap permohonan (area dan kuota yang diajukan)

3.    Setelah instansi mendapatkan akun, instansi mengajukan permohonan pas bandara secara online dengan persyaratan :

a.    Surat pernyataan dari atasan di tempat pemohon bekerja

b.    Daftar riwayat hidup

c.    Identitas diri (KTP, paspor atau KITAS)

d.    SKCK dari kepolisian

e.    SK pegawai atau kontrak kerja dari instansi

f.    Pakta integritas (khusus protokol instansi/lembaga)

4.    Dilakukan pemeriksaan kesesuaian berkas permohonan

5.    Security awareness dan evaluasi dengan Computer Based Test (CBT) secara online

6.    Dilakukan backgroundcheck (pemeriksaan data latar belakang)

7.    Foto dan finger print 

8.    Jika sudah sesuai dari urutan 1 s.d. 7 maka pas bandara dapat diterbitkan dan melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Terpopuler

To Top