Satgas UNAMID Tidak Terlibat Penyelundupan Senjata di Sudan

man-headphones

CN, Jakarta - Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan tidak seorangpun prajurit TNI yang bertugas di Sudan terlibat dalam penyelundupan senjata di Sudan. Pernyataan tersebut sekaligus mengklarifikasi kabar hoax yang beredar baru-baru ini, yang menuding adanya keterlibatan pasukan perdamaian PBB dari Indonesia di Sudan dalam peristiwa penyelundupan sejumlah senjata di bandara Al Fashir Sudan tanggal 20 Januari 2017.

Menurut keterangan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Woeryanto, saat ini ada dua misi perdamaian dibawah bendera PBB yang melibatkan pasukan dari Indonesia, yaitu United Nations Missions in Darfur (Unamid)/Kontingen Garuda XXXII B dari TNI dan Formed Police Unit (FPU) dari Kepolisian RI. "Terkait pemberitaan bahwa ada anggota misi perdamaian Unamid pada tanggal 20 Januari 2017 waktu Sudan, ditangkap di Bandara Al Fashir Sudan, karena mencoba menyelundupkan senjata dan amunisi pada saat akan kembali ke Indonesia setelah selesai penugasan. Saya sampaikan bahwa berita tersebut tidak benar," ucap Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta (Senin, 23/01/2017).

Wuryanto membenarkan adanya peristiwa penyelundupan itu ada tapi tidak benar ada keterlibatan pasukan PBB dari Unamid disana.
Petugas bandara setempat mendapati sejumlah senjata  dalam tas saat  terdeteksi oleh sinar X-ray. Dan ketika peristiwa tersebut tengah terjadi pergantian (rotasi) pasukan Satgas FPU. Puluhan pistol FN berbagai jenis dengan sejumlah amunisi yang terbungkus didalam plastik, serta beberapa senjata laras panjang dan laras pendek beserta magazen juga ditemukan dalam peristiwa itu. "Peristiwa itu terjadi saat FPU kembali ke Indonesia, sementara pasukan Satgas Unamid hingga kini masih bertugas seluruhnya di Sudan sampai bulan Maret 2017 yang akan datang", ujar Mayjen TNI Wuryanto kepada wartawan.

Pengecekan juga sudah dilakukan oleh Kapuspen kepada beberapa pejabat yang berwenang dalam penugasan tersebut, yaitu Komandan PMMP TNI Brigjen TNI Marzuki yang saat ini sedang berada di New York, Komandan Sektor Unamid Brigjen TNI Nur Alamsyah di Sudan, dan Komandan Satgas Yon Komposit TNI Konga XXXV-B Unamid di Darfur Letkol Inf Singgih Pambudi Arinto, S.I.P. "Mereka semua menyatakan berita tersebut tidak benar dan Satgas Unamid sampai saat ini masih melaksanakan tugas di Sudan, sampai bulan Maret 2017 yang akan datang," jelas Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto. 

Terpopuler

To Top