Kementerian PP & PA Bangun Sistem Data Gender dan Anak (SIGA) Berskala Nasional

man-headphones

CN, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) pada tahun 2016 telah meluncurkan program unggulan yang disebut dengan Tiga Akhiri (Three Ends), yaitu: 1) akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak; 2) akhiri perdagangan orang, khususnya perempuan dan anak; dan 3) akhiri ketidak-adilan akses ekonomi bagi perempuan. Untuk itu, Kementerian PP-PA terus berupaya untuk menyediakan data dan informasi PP-PA yang terpadu, komprehensif, dan berkesinambungan berbasis sistem dan didasarkan pada data dan informasi yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyusunan publikasi secara rutin yakni: Pembangunan Manusia Berbasis Gender, Profil Perempuan Indonesia, dan Profil Anak Indonesia. Penyusunan tiga publikasi ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Ketersediaan data dan informasi PP-PA merupakan salah satu elemen penting untuk memudahkan dalam melakukan pemantauan dan evaluasi efektivitas program dan kegiatan termasuk layanan terhadap perempuan dan anak, pengembangan kebijakan, dan dalam perencanaan dan penganggarannya”, ujar Menteri PP dan PA, Yohana Yembise, di Hotel Saripan Pasific Jakarta.

’’Saat ini Kementerian PP-PA sedang membangun Sistem Data Gender dan Anak (SIGA) Berskala Nasional untuk menjawab tantangan penyediaan data dan informasi PP-PA yang terpadu, komprehensif,  dan berkesinambungan. Penyediaan aplikasi on line untuk mencatat dan melaporkan data kekerasan secara nasional melalui SIMPONI PPA (Sistem Informasi On Line Perlindungan Perempuan dan Anak) menjadi bagian dari SIGA-BN. Melalui SIMPONI PPA diharapkan akan tersedia data kekerasan perempuan dan anak yang up to date, rill time dan akurat secara nasional ”Satu Data, Data Kekerasan Nasional”, tegas Menteri Yohana.
 
Selain menerbitkan tiga publikasi dan satu statistik tematik tentang “Ketimbangan Gender dalam Ekonomi”, pada tahun 2016 ini, Kementerian PP-PA bekerja sama dengan BPS, telah melakukan penyusunan alat ukur (indikator)  yakni indeks  Ketahanan Keluarga (IKK), dan Indeks Komposit Kesejahteraan Anak (IKKA).
 
”Satu sarana penting lainnya sebagai media informasi on line untuk menampilkan informasi PP-PA, baik untuk pimpinan, internal kementerian, maupun publik, adalah keberadaan website. Website resmi Kementerian PP-PA yakni www.kemenpppa.go.id yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai ”Website K/L Terprogresif ke 4 dalam E-TRANSPARENCY AWARD”, saat ini sudah dilakukan disain ulang, terang Menteri Yohana.
 
Menteri Yohana juga menegaskan Setiap dimensi pengukur konsep ketahanan keluarga disusun oleh berbagai dimensi, indicator. Indikator disusun oleh berbagai variabel yang secara fungsional saling berkaitan. Penjelasan terkait dimensi, variable dan indikator ketahanan keluarga yang mencerminkan tingkat ketahanan keluarga”, sesuai peraturan Menteri Negara PP dan PA Nomor 06 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Pembangunan Keluarga, maka ketahanan keluarga disusun oleh lima dimensi, meliputi: 1) Landasan legalitas dan keutuhan keluarga (7 indikator), 2) Ketahanan Fisik (4 indikator); 3) Ketahanan Ekonomi (7 indikator); 4) Ketahanan Sosial Psikologi (3 indikator); 5) Ketahanan Sosial Budaya (3 indikator).
 
Masih bersama dengan BPS, Kementerian PP-PA telah menyusun Indeks Komposit Kesejahteraan Anak (IKKA) sebagai alat untuk mengukur tingkat pemenuhan kebutuhan anak dan penghindaran risiko sesuai konvensi hak anak (KHA) dan tahapan kehidupan anak. 

"Hasil dari data dan informasi yang tertuang dalam publikasi ini diharapkan dapat mempermudah Kementerian PP-PA maupun stakeholder lainnya dalam menyusun program yang tepat sehingga tiga akhiri yang menjadi program unggulan Kementerian PP-PA tepat sasaran, efektif dan efisien. Untuk itu mari kita bersama-sama meningkatkan peran perempuan, melindungi perempuan dan memenuhi hak anak  sesuai dengan tugas, dan fungsi kita masing-masing”,  ungkap Menteri Yohana.

Terpopuler

To Top