Forum Syuhada Indonesia Tegaskan Aksi 212 Bukan Makar

man-headphones

CN, Jakarta - Sejumlah ulama dan aktivis pergerakan Islam sesungguhnya merasa geram atas tudingan aksi bayaran pada tanggal 4 November 2016 serta tudingan rencana makar pada aksi tersebut dan pada aksi lanjutannya yang akan digelar Jum'at, 2 Desember 2016.  Hal ini diungkapkan oleh aktivis Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Matra Ali di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat (Juma't, 25/11/2016).

Ali menilai sikap Ahok sudah diluar batas toleransi umat Islam, karena itu pihaknya menegaskan siap membela hak-hak umat Islam, khususnya pada aksi bersama tanggal 2 Desember mendatang.
" Besok gerakan moril bagi kita dalam bentuk sholat Juma'at berjamaah. Siapa bilang sholat dijalan tidak sah? Dihutan saja kita bisa sholat", ujarnya.

Ali juga menambahkan bahwa umat Islam selama ini sudah bersikap sangat toleran, namun merupakan hal yang berlebihan manakala dalam aksi tanggal 4 November lalu dikatakan sebagai aksi bayaran dan berniat  makar.

"Kalau kami termasuk makar, apakah kami bersenjata? Dimana keadilan hukum? Forum Syuhada Indonesia yang bermarkas di Menteng ini bukan gerakan makar", ungkap Matra Ali juru bicara Gerakan Pemuda Ka'bah.

Begitupun dengan keterangan Ivan Harahap dari Gerakan Pemuda Al Wasliyah, yang menginginkan adanya proses hukum yang adil terhadap Cagub Petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menjadi tersangka kasus dugaan penistaan Al Quran. 
"Kita selalu menggelar aksi penolakan penistaan agama karena hal ini bukan hal sepele, sebab ada beberapa kelompok yang menyatakan ini bukan penistaan. Apalagi dalam rencana aksi umat Islam sudah dengan tegas menyatakan tidak membawa senjata tajam dan hanya sholat Jumat", jelas Ivan Harahap ditempat yang sama.

Menyinggung perihal status Ahok, Sekretaris Jenderal Forum Syuhada Indonesia (FSI) Diko Nugraha menyatakan penanganan kasus ahok harus sesuai dengan supremasi hukum. Umat Islam umumnya bersikap keras terhadap desakan penangkapan Ahok dilakukan karena ada pernyataanya yang mengatakan terdapat massa bayaran pada aksi menolak penistaan agama awal November lalu. Hal inilah yang membuat umat Islam dan pergerakan Islam harus bereaksi. Oleh sebab itu pula Forum Syuhada Indonesia berharap sidang kasus Ahok bisa dilakukan secara terbuka. Diko sendiri yakin masyarakat Indonesia bisa bersikap dewasa menghadapinya.

"Kalau hal ini tidak segera dicari solusinya oleh Presiden Joko Widodo maka gerakan massa akan tidak terkendali," ujar Sekjen Forum Syuhada Indonesia, Diko Nugraha.

Terpopuler

To Top