Tarik Turis Mancanegara, Lestarikan Keunikan Arsitektur Tradisional Nusantara

man-headphones

Kenari Djaja bersama majalah Asrinesia gelar seminar Arsitektur Rumah Jawa.

CN, JAKARTA - Potensi arsitektur di Indonesia bisa dilihat juga dari nilai seni budaya yang dikandungnya, yang masih mampu menggugah pelaku seni budaya dan pemerhati arsitektur.

Keunikan arsitektur tradisional Nusantara di seluruh tanah air dapat diangkat menjadi daya tarik kalangan generasi muda dan pengembangan pariwisata arsitektur bagi turis mancanegara, kita harus dapat memelihara peninggalan budaya bersejarah ini dan menyampaikannya pada khalayak luas
sesuai jamannya.

Direktur PT Kenari Djaja Prima, Hendry Sjarifudin mengatakan Kenari Djaja bersama majalah Asrinesia sudah sejak lama sangat perhatian kepada arsitektur khas Nusantara, sehingga kegiatan Seminar online Arsitektur Rumah Jawa Joglo ini dilakukan bersama IAI Daerah Istimewa Yogyakarta, daerah asal-usul budaya masyarakat Jawa Yogyakarta dan sekitarnya.

"Saat ini bangunan rumah Jawa Joglo merupakan metamorfosa arsitektur masa lalu yang mudah diterima dalam era kekinian, karena bentuk, filosofi maupun konstruksinya mudah diadaptasi pada desain rumah modern," kata Hendry saat membuka Seminar Online Arsitektur Rumah Jawa, Kamis (13/1). Hadir dalam seminar online, Co-Founder dan CEO PT Kenari Djaja Prima, Hendra B. Sjarifudin dan diikuti sebanyak 730 partisipan.

"Kami juga berterima kasih kepada narasumber ahli dan Ikatan Arsitek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta yang mendukung kegiatan ini," tambahnya.

Lebih lanjut Hendry mengungkapkan keunikan arsitektur Joglo - Rumah Jawa perlu terus dipelihara dan disosialisasikan, agar pengembangannya kemudian desainnya tetap berpijak pada
pakem tradisi budaya yang adiluhung.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Ar.
Ahmad Saifudin Mutaqi, IAI, AA, mengapresiasi seminar tentang
arsitektur Rumah Jawa yang diselenggarakan oleh Kenari Djaja dan Majalah Asrinesia sebagai wacana napak tilas warisan arsitektur Nusantara.

Seorang pakar ilmu Javanologi yang mendalami sejarah latar belakang
bangunan tradisional Jawa, Ir. Yuwono Sri Suwito, MM dari Balai Konservasi
Candi Borobudur dan Prambanan, memiliki banyak catatan penting tentang
bangunan rumah Jawa kuno. Kehidupan masyarakat Jawa yang berada di
sepanjang bentang pulau Jawa ini memiliki ciri keistimewaan masing-masing, sehingga setiap daerah memiliki karakteristik desain rumahnya termasuk yang tinggal di pegunungan dan pesisir.

Demikian juga Arsitek DR.Ir. Revianto Budi Santoso, M.Arch, Dosen Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, adalah ahli yang mampu
mengartikulasikan bahasa tradisi ke dalam bahasa arsitektural rumah Jawa secara menarik. Penjelasan tentang javanologi oleh pengajar arsitektur ini, lebih mudah dimengerti dan dikembangkan ke dalam konsep desain arsitektur Jawa yang lebih baru di era modern.

Penerapan filosofi arsitektur Jawa yang sangat dihormati pada desain bangunan modern telah dilakukan oleh Arsitek Eko Agus Prawoto, M.Arch, IAI pada beberapa karyanya dalam konteks kekinian, yang dikatakan sebagai re-use construction. Dari pengalaman narasumber yang Arsitek praktisi dan pakar dibidang konstruksi arsitektur bambu ini, memperlihatkan bahwa pelestarian arsitektur rumah Jawa dapat terpelihara dan dikembangkan dalam arsitektur lebih baru, asal dilakukan secara baik dan benar.

Seminar online yang berjudul Arsitektur Rumah Jawa yang unik, berjalan menarik dipandu Moderator Dr.Eng. Ir. Laretna T. Adishakti, M.Arch, pengajar Pascasarjana Arsitektur Universitas Gajah Mada yang mendalami masalah budaya sejarah dan tradisi Jawa. Sehingga seminar ini menghasilkan nilai-nilai arsitektur adiluhung yang bermanfaat bagi peserta seminar dari seluruh Indonesia. Mengenali asal-usul bentuk arsitektur beratap Joglo, memberi pengalaman baru mengenali salah satu ikon arsitektur tradisional Nusantara. (*)
 

Terpopuler

To Top