Kementerian Kominfo Dan MUI Dorong Strategi Dan Inovasi Pembelajaran Bangkit Dari Pandemi Covid-19

man-headphones

CN, Jakarta - Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang luar biasa diseluruh bisang, terlebih lagi di bidang pendidikan. Proses belajar mengajar terkendala baik bagi siswa maupun pendidik mulai dari terbatasnya infrastruktur, keterbatasan gawai serta tantangan psikologis yang melanda siswa, pendidik maupun juga orang tua di masa pandemi.

Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, MUI Provinsi Kalimantan Barat dan Komisi Pendidikan dan Kaderisasi, menyelenggarakan kegiatan Literasi Bangkit dari Covid-19 dengan Nalar dan Aksi Bersama Berlandaskan Fatwa MUI dengan tema “Strategi dan Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19”. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Webinar dan disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Kemkominfo TV, Official TVMUI, dan Facebook Majelis Ulama Indonesia.

Acara ini diharapkan dapat menjadi rujukan positif sehingga dapat mengurangi kendala yang dialami dalam proses belajar mengajar selama pandemi. Dunia pendidikan tidak hanya menghadapi tantangan dalam hal teknologi tetapi juga bagaimana caranya agar kegiatan belajar mengajar dapat tetap berjalan serta tetap menjaga protokol kesehatan.

“Diharapkan pendidik mampu memberikan pemahaman terhadap pelajar bahwa belajar dirumah adalah salah satu ikhtiar untuk mencegah penularan Covid-19,” demikian disampaikan Ketua Umum MUI Kalimantan Barat, KH. HM. Basri HAR dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan Literasi Bangkit dari Covid-19 dengan Nalar dan Aksi Bersama Berlandaskan Fatwa MUI, Selasa (18/10/2021).

Narasumber yang hadir secara virtual untuk memberikan paparannya antara lain Sekretaris Jenderal MUI, Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A., Sub Koordinator Media Online Kominfo, Annisaa Bonita PP, Wakil Sekjen MUI, Drs. Muhammad Ziyad, M.A. serta Ketua MUI Pusat, Prof. Dr. H. Armai Arief, M.A.

Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan mengatakan, peran MUI dalam penanggulangan Covid-19 khususnya fatwa-fatwa yang dikeluarkan MUI terkait penyelenggaraan ibadah saat terjadinya Covid-19. MUI juga turun tangan di hampir semua kegiatan terkait pandemi Covid-19 ini, mulai dari pembagian sembako, penyembelihan hewan kurban, hingga membimbing petugas medis dalam pengurusan jenazah, semua ada fatwanya.

“Majelis Ulama juga mengeluarkan fatwa kepada petugas medis dimana ditengah kesibukannya diberikan rukhsahuntuk bertayamum termasuk juga untuk shalat jamak qasar,” tutur Amirsyah.

Menurut Amirsyah, fatwa saja belum cukup, karena MUI juga harus mensosialisasikan melalui pendidikan baik lewat daring maupun luring, dan penyampaian sosialisasi ini banyak mendapatkan hambatan dengan maraknya hoax yang beredar dan berita-berita tidak benar yang menyudutkan MUI.

Wakil Sekjen MUI Muhammad Ziyad menjelaskan, pelaksanaan proses pendidikan tentunya memerlukan sinergi, apalagi dalam situasi new normal hal ini sangat diperlukan. Peran keluarga sebagai pendidik utama adalah sangat penting dalam mendidik anak.

“Dengan pembelajaran daring, maka pendidikan dalam keluarga mempunyai peran penting, dan juga pendidikan sekolah, guru dan masyarakat harus bersinergi terutama dalam merubah mindset dan meningkatkan skill orang tua agar dapat mendampingi anak dalam pembelajaran menjadi lebih baik” jelasnya.

Ketua MUI Pusat Armai Arief mengatakan bahwa, dalam strategi pembelajaran di era Covid-19, penting untuk dilakukan pemetaan masalah terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan memberikan solusi dari permasalahan tersebut satu demi satu.

“Ada dua pemetaan yang dapat kita lakukan dalam inovasi pembelajaran Covid-19 yaitu belajar dari rumah dan inovasi model pembelajaran blended learning,” ujar Armai.

Perkembangan teknologi yang sangat masif setidaknya menunjukkan bahwa dunia pendidikan telah memasuki era 4.0 yang kedepannya akan mengalami perkembangan menjadi 5.0. Perkembangan teknologi sekarang bukan berarti menjadi tonggak akhir perjalanan tetapi akan terus bertransformasi menunjukkan inovasi sebagai wujud dari adanya pergerakan dalam berbagai sektor salah satunya pendidikan.

Dalam paparannya Annisaa Bonita menyampaikan bahwa sejak tahun 2018 Kemkominfo mempunyai program Digital Talent Scholarship yaitu program untuk menyediakan talenta-talenta digital di Indonesia, dan mulai tahun ini (2021) sudah bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk memberikan pelatihan digital kepada penyuluh agama dibawah naungan Kementerian Agama dan juga ada pengembangan talenta digital untuk guru serta tenaga pendidik dan pengelola pesantren.

Annisaa juga menjelaskan, peserta program selalu spesifik, artinya bila bekerja sama dengan MUI maka pesertanya dari MUI dan tema-tema pelatihan yang diberikan memang khusus dibuat sesuai dengan kebutuhan dan setelah selesai pelatihan akan diberikan sertifikat.

“Sertifikat yang kami berikan itu akan sangat berguna di kemudian hari untuk melamar pekerjaan ataupun untuk menjadi trainer digital marketing,” pungkas Annisaa.

Terpopuler

To Top