UNAS Gelar PLBA Bagi Mahasiswa Baru

man-headphones

Ketua Pengurus Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan  (YMIK) Dr. Ramlan Siregar, M.Si.

CN, JAKARTA - Universitas Nasional menyelenggarakan Pengenalan Lingkungan dan Budaya Akademik (PLBA) semester ganjil tahun akademik 2021/2022. Sebanyak 2.710 Mahasiswa Baru Jenjang Strata Satu (S1) dan Sarjana Terapan mengikuti pelaksanaan PLBA.
Pembukaan kegiatan PLBA dilakukan di auditorium Gedung Cyber UNAS dengan dihadiri oleh pimpinan yayasan, pimpinan universitas, dan para dekan.

Pembukaan secara simbolis dilakukan dengan pemakaian jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa baru dari masing-masing fakultas oleh Ketua Pengurus Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan  (YMIK) Dr. Ramlan Siregar, M.Si. didampingi oleh dekan.

“Kegiatan PLBA semester ganjil tahun akademik 2021/2022 merupakan kegiatan yang ketiga kali dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi video conference zoom yang diikuti 2.710 mahasiswa baru dari jenjang S1 dan sarjana terapan kebidanan,”  ujar Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M., pada kegiatan PLBA di Gedung Cyber UNAS dalam keterangannya, Jumat (24/9).

“Dari semua materi yang disampaikan, dimaksudkan agar mahasiswa baru memiliki pemahaman untuk dapat segera menyiapkan mental dan pikiran yang dituangkan dalam rencana dan strategi perkuliahan dalam rangka menjalani proses perkuliahan secara optimal sehingga dapat lulus menjadi sarjana tepat waktu dengan kompetensi yang sangat baik,” jelas Suryono yang juga sebagai ketua pelaksana PLBA Semester Ganjil Tahun Akademik 2021/2022.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan Dr. Ramlan Siregar, M.Si., mengatakan bahwa Universitas Nasional adalah perguruan tinggi pertama di Jakarta yang didirikan tahun 1949 oleh para tokoh-tokoh pejuang nasional dalam rangka memajukan pendidikan dan kebudayaan, mencerdaskan kehidupan bangsa serta bertujuan untuk melahirkan para intelek dibidang pengetahuan dan teknologi yang diselaraskan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri di masyarakat.

“Untuk mencapai tujuan tersebut Universitas Nasional memfokuskan pada pengembangan tridharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat tantangan bagi dunia pendidikan tinggi saat ini datangnya pengaruh-pengaruh negatif yang bisa merusak masa depan mahasiswa serta mengganggu proses pembelajaran di perguruan tinggi,” ucapnya.

Ramlan pun turut menyampaikan bahwa pada semester ganjil tahun akademik tahun 2021/2022, UNAS menerapkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kurikulum ini bertujuan untuk meningkatkan lulusan baik soft skill maupun hard skill serta menyiapkan lulusan yang unggul dan berkepribadian.
Sementara pada bidang pembelajaran, Universitas Nasional sudah menerapkan pembelajaran berbasis digital dilengkapi fitur pembelajaran yang mudah dipahami serta didukung dengan video materi dari dosen pengampu mata kuliah.

“Sehingga proses pembelajaran dan transfer of knowledge tetap efektif dan berkualitas,” kata Ramlan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.BA., turut menyambut para mahasiswa baru Universitas Nasional melalui siaran virtual. Dalam video tersebut, Nadiem mengatakan bahwa Kemendikbud Ristek telah membuat program MBKM untuk para mahasiswa dalam rangka memberikan kesempatan bagi mahasiswa/mahasiswi untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat. Dengan kurikulum tersebut, mahasiswa dapat belajar diluar prodi nya atau diluar kampus selama tiga semester.

Nadiem menjelaskan ada beberapa program-program MBKM yang dapat diikuti oleh mahasiswa yaitu magang di perusahaan atau organisasi sosial dunia, melakukan studi independen, membangun desa, melakukan riset, mengerjakan proyek kemanusiaan, merancang dan merintis wirausaha, melakukan pertukaran mahasiswa didalam dan diluar negeri atau mengajar di SD atau SMP melalui program kampus mengajar.

“Semua program ini kami rancang untuk memberi ruang mahasiswa dengan keberagaman minat dan ketertarikannya untuk mendapatkan pengalaman yang tidak tertulis dalam buku teks atau bisa diajarkan. kelak pengalaman itu akan menjadi kendaraan kalian meraih mimpi di masa depan,” tutup Nadiem. (*)

Terpopuler

To Top