CN, Jakarta - Pertumbuhan industri asuransi jiwa Indonesia mencerminkan kinerja yang kuat dan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam berasuransi. "Kita berharap lebih banyak lagi masyarakat berasuransi, sehingga mereka dan keluarga terlindungi saat terjadi risiko tak terduga seperti sakit, kecelakaan, dan meninggal dunia," demikian diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim di Jakarta, Senin siang (10/10/2016).
Menurut Hendrisman, pertumbuhan yang kuat ini sekaligus menunjukkan komitmen tinggi industri asuransi jiwa Indonesia untuk selalu berusaha dan fokus kepada pertumbuhan bisnis yang dilandasi oleh penyediaan berbagai produk perlindungan keuangan dan investasi jangka panjang yang dibutuhkan masyarakat. Indikator pertumbuhan terlihat dari total klaim dan manfaat yang dibayarkan. "Pada kuartal kedua tahun ini, kata dia, kliam dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi mencapai Rp 44,7 triliun aay meningkat 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 43,16 triliun." Jelas Hendrisman.
Hendrisman menegaskan, total pendapatan industri asuransi jiwa pada periode yang sama meningkat hingga 42 persen menjadi Rp 99,88 triliun dari sebelumnya Rp 69,97 triliun. Realitas tersebut didukung meningkatnya total pendapatam premi bisnis baru sebesar 10,8 persen menjadi Rp 43,41 triliun dan total premi lanjutan sebesar 9 persen menjadi Rp 31,19 persen, serta meningkatnya hasil investasi menjadi Rp 21,92 triliun, dan pendapatan lainnya sebsar 32,9 persen menjadi Rp 2,03 triliun.
Pada kesempatan yang sama Ketua Bidang Regulasi dan Best Practice AAJI Maryoso Sumaryono menjelaskan, selain angka klaim kesehatan, akhir kontrak, dan meninggal, angka klaim partial withdrawal atau penarikan sebagian menunjukkan penurunan menjadi Rp 6,37 triliun dari Rp 10,69 triliun. "Penurunan tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berasuransi dan berinvestasi dalam jangka panjang," kata Maryoso.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Departemen Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo, AAJI bersama regulator dan instansi terkait lainnya akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berasuransi melalui bebagai kegiatan edukasi tentang asuransi jiwa dan manfaatnya. "Kami terus berupaya membuka akses asuransi jiwa kepada masyarakat melalui berbagai jalur distribusi," tutur Nini.

