WINNER 2020, Refleksikan Sejarah Panjang Kolaborasi Belanda-Indonesia Dan Bentuk Kolaborasi Baru

man-headphones

foto: Acara Pembukaan WINNER 2020 secara virtual, Selasa (24/11).

CN, JAKARTA - WINNER 2020 yang diselenggarakan oleh NWO, KNAW, NUFFIC NESO Indonesia, LIPI, ALMI dan Kedutaan Besar Belanda di Indonesia akan berfokus pada kolaborasi Indonesia - Belanda dalam sains dan pendidikan, termasuk kolaborasi dengan sektor swasta R&D, dalam kemitraan swasta-publik, dan menampilkan Living Labs sebagai inkubator untuk investasi perusahaan.

WINNER merupakan acara rutin tahunan dan WINNER 2020 kali ini merupakan yang pertama diselenggarakan. WINNER diumumkan oleh Perdana Menteri Belanda Mark Rutte selama kunjungannya ke Indonesia pada bulan Oktober 2019 dan disampaikan oleh Ketua NWO Wim van den Doel kepada Raja dan Ratu Belanda serta Menteri Luar Negeri Indonesia, selama kunjungan kenegaraan Belanda ke Indonesia pada bulan Maret 2020.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro menyampaikan pada pidato pembukanya WINNER adalah sebuah acara yang akan memberikan kesempatan untuk merefleksikan sejarah panjang kolaborasi Belanda-Indonesia, mengidentifikasi prioritas bersama, memperdalam hubungan antara kedua negara dan membentuk kolaborasi baru.

"Perlunya kolaborasi internasional menjadi prioritas - untuk mempercepat kualitas perguruan tinggi Indonesia melalui kerjasama internasional terutama dengan Belanda," kata Bambang Brodjonegoro saat acara Pembukaan WINNER 2020 secara virtual, Selasa (24/11).

Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Ingrid Katharina van Engelshoven menyampaikan Indonesia adalah pintu gerbang Asia Tenggara, Belanda adalah pintu gerbang ke Eropa dalam hal ini saling bekerja sama adalah agenda yang dimiliki oleh kedua negara.

"WINNER menjadi sebuah momentum bagi kedua negara untuk dapat terus melakukan kerja sama di masa yang akan datang," tuturnya.

Dalam pidato pembukaan, Ingrid Katharina van Engelshoven mengajak untuk belajar bersama, bertukar pikiran bersama agar Belanda dan Indonesia dapat menjadi pemenang.

"Perkembangan pesat di Indonesia sangat mengesankan dan Kami ingin menjadi bagian dari perkembangan ini," tegas Ingrid Katharina van Engelshoven.

Lebih lanjut Ingrid van Engelshoven mengungkapkan pentingnya kolaborasi internasional untuk mempertahankan dan memajukan proses perkembangan menjadi lebih baik.

"Dibutuhkan sumber daya manusia yang terbaik dan fasilitas yang terbaik, kedua negara ini juga saling menghargai dalam hal perbedaan yang ada. Ini merupakan hal penting untuk terus menjaga kerjasama yang telah ada dan melakukan kerjasama baru," kata Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Ingrid Katharina van Engelshoven.

Pada acara media briefing yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis, (19/11), Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, menyampaikan rasa senangnya melihat banyak alumni Belanda yang ikut aktif dalam acara ini.

"Keterlibatan alumni Belanda dalam berbagai bidang, mulai dari Green Education sampai Public Heath, merupakan bukti nyata kontribusi mereka dalam riset dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dan juga secara tidak langsung berkontribusi dalam percepatan pencapaian 17 tujuan pembangun berkelanjutan (SDGs)," kata Peter van Tuijl. (*)

 

Terpopuler

To Top