Selama Tahanan Zionis Israel, Perempuan dan Anak Alami Kepedihan Serta Siksaan

man-headphones

foto: ist

CN, JAKARTA - Dalam talkshow virtual "Mengungkap Realita Kepedihan Bangsa Palestina" yang berlangsung pada Minggu (22/11) Aktivis Palestina Ustazah Nurjanah Hulwani menyampaikan tentang anak-anak dan perempuan Palestina yang menjadi tahanan dan mengalami kepedihan hari demi hari untuk mempertahankan tanah airnya.

Dikatakan Ustazah Nurjanah, dalam kurun waktu setahun, diperkirakan kurang lebih 500 anak-anak dan perempuan Palestina yang ditahan oleh zionis Israel dan mengalami pemukulan dan penyiksaan saat pertama kali ditangkap dan setidaknya ada enam kepedihan yang dialami para tahanan Palestina.

"Anak-anak dan perempuan Palestina mengalami pemukulan sejak ditangkap. Mereka dimasukkan ke dalam mobil khusus untuk menyiksa yang disebut busthoh. Sepanjang perjalanan menuju tempat tahanan, mereka disiksa dan mengalami pelecehan seksual oleh tentara Israel," ungkap Ustazah Nurjanah.

"Tahanan ini akan menjalani proses prasidang selama 22 - 30 hari. Selama masa itu, mereka diisolasi di suatu tempat dengan kondisi memprihatinkan. Jangankan pakaian dan selimut pada musim dingin, anak-anak ini bahkan ditelanjangi dan ditakut-takuti dengan anjing militer. Selama diisolasi, mereka tidur di atas selimut basah yang diletakkan di kamar mandi," tambahnya.

Lebih lanjut ia menegaskan keberanian para remaja Palestina adalah buah dari ajaran para orang tuanya dimana mereka mendapatkan nyali keberanian dari orang tua mereka. Bagi mereka penderitaan apapun yang dihadapi dalam membela Al Aqsha ini tak ada apa-apanya dibandingkan siksa di akhirat jika tidak membela Al Aqsha.

Dalam kesempatan ini, Adara Relief International menggelar Talkshow Series tentang Palestina bertujuan mengedukasi masyarakat Indonesia tentang kondisi Palestina. Adara juga meluncurkan kampanye 20k Challenge, yaitu gerakan donasi Rp20 ribu yang dilakukan oleh 100 ribu orang untuk berpartisipasi dalam menyediakan kebutuhan masyarakat Palestina dalam menghadapi musim dingin. (*)
 

Terpopuler

To Top