Bantu Perempuan dan Anak Palestina, Adara Relief Internasional Ajak Masyarakat Indonesia Peduli

man-headphones

Ketua Adara Relief Internasional, Sri Vira Chandra.

CN, JAKARTA - Penjajahan zionis Israel terhadap Palestina berdampak penderitaan panjang bagi perempuan Palestina. Menurut Ketua Adara Relief Internasional, Sri Vira Chandra, mereka tidak hanya menjadi korban kebiadaban penjajah Israel secara fisik, tetapi juga memaksa perempuan Palestina memerankan seribu peran lainnya dalam berbagai rekaman peristiwa.

Lebih lanjut Vira mengajak masyarakat Indonesia untuk menunjukkan kepedulian terhadap perempuan dan anak Palestina dan menentang aksi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan zionis Israel. Hal ini dikatakannya pada temu media secara daring dengan mengangkat tema "Peran Media dalam Membantu Masalah Kemanusiaan di Palestina", Kamis (3/9).

"Kejahatan kemanusiaan yang hingga saat ini terus dibiarkan terjadi oleh dunia internasional termasuk Mahkamah Internasional," ungkapnya.

Blokade terhadap Gaza sejak 2006 telah dijelaskan Vira, mengakibatkan kemiskinan, pengangguran, dan menyulitkan akses layanan kesehatan bagi warga Palestina.

"Kejahatan kemanusiaan tersebut terus terjadi dalam berbagai bentuk seperti tawanan administrative tanpa persidangan dan tanpa pengacara, aksi penangkapan, kekerasan dan pembunuhan terhadap perempuan dan anak. Lalu pembunuhan terhadap tenaga medis, pembunuhan terhadap wartawan baik wartawan Palestina maupun wartawan dari luar negeri, pemukiman legal melalui berbagai cara seperti penghancuran rumah, pencabutan lahan zaitun dan lainnya. Israel juga tak segan-segan menghancurkan fasilitas ekonomi dan sosial, memutuskan jaringan listrik dan air bersih serta menghalangi bantuan kemanusiaan dari dunia luar," kata Vira.

Ketua Adara Relief Internasional, Sri Vira Chandra menyampaikan Adara Relief Internasional berkomitmen terus mendukung perjuangan perempuan Palestina dengan cara mengirimkan bantuan yang mereka butuhkan.

"Bersama jejaring komunitas dan lembaga yang ada, Adara mengambil 5 segmentasi penyaluran bantuan yakni segmen ekonomi, kesehatan, pendidikan, agama dan musiman. Untuk segmen ekonomi seperti santunan anak yatim, paket bahan pangan dan renovasi rumah. Lalu segmen kesehatan seperti penyediaan alat bantu dengar, bantuan obat-obatan, paket sterilisasi Covid-19 dan pemulihan trauma," tutup Vira. (*)
 

Terpopuler

To Top