Nuffic Neso Indonesia Gelar Kegiatan Study in Holland Virtual Pre-departure Briefing 2020

man-headphones

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl. (foto: dok. Nuffic Neso Indonesia)

CN, JAKARTA - Sebanyak 264 mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi ke Belanda mengikuti kegiatan Study in Holland Virtual Pre-departure Briefing 2020 yang diselenggrakan oleh Nuffic Neso Indonesia.

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl mengungkapkan Study in Holland Pre-departure Briefing bertujuan untuk memberikan bekal informasi seputar hidup dan belajar di Belanda yang ditujukan kepada mahasiswa Indonesia yang sudah siap berangkat untuk melanjutkan studi di  Belanda.

Dalam kesempatan ini, Peter van Tuijl memberikan semangat kepada seluruh peserta acara.

“Di hari penyelenggaraan pre-departure briefing merupakan hari yang sangat membahagiakan, karena kami bisa dan menyambut para pelajar Indonesia yang mempunyai talenta dan semangat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Belanda yang merupakan negara berpendidikan yang berkualitas," kata Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl saat temu media secara virtual, Sabtu (1/8).

"Nuffic Neso Indonesia selalu bersedia untuk memberikan informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan keberangkatan ke Belanda," tambahnya.

Lebih lanjut Peter van Tuijl menghimbau
kepada seluruh peserta untuk selalu mengikuti protokol kesehatan yang sedang diberlakukan oleh pemerintah Belanda. Salah satu contoh yang disebutkan adalah untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari ketika sampai di Belanda dan selalu berkomunikasi dengan international office universitas apabila ada suatu kendala selama karantina mandiri berlangsung.

Dalam kegiatan ini hadir secara virtual Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Republik Indonesia, Lambert Grijns. Dalam pidato pembukanya, Lambert Grijns memberikan selamat kepada seluruh peserta yang akan berangkat ke Belanda untuk melanjutkan studi.

"Para mahasiswa Indonesia adalah duta bangsa di mata international, Lambert mengajak para mahasiswa Indonesia untuk tetap berkiprah baik di kancah Indonesia maupun Belanda," ungkap Lambert Grijns.

Di hari pertama online event ini para peserta diberi bekal pengetahuan dasar berbahasa Belanda yang dipersembahkan oleh tim pengajar Erasmus Training Centre (ETC). Hal ini bertujuan agar para peserta dapat memahami kemampuan dasar berbahasa Belanda setibanya di negara tulip tersebut. (*)
 

Terpopuler

To Top