Terdampak Covid 19 Pada Harga Minyak, WINS Berharap Kondisi Membaik Di 2021

man-headphones

CN, Jakarta - PT Wintermar Offshore Marine Tbk menggelar Public Expose secara virtual untuk pertama kalinya yang dihadiri oleh 41 peserta. Direktur Utama, Sugiman Layanto memaparkan, bahwa dampak ganda dari Covid 19 dan jatuhnya harga minyak telah menunda pemulihan Perusahaan tahun ini. 

“Akibat penurunan tajam jumlah perjalanan dan penerbangan, permintaan minyak telah turun secara signifikan di tahun 2020 ini menyebabkan perusahaan minyak dan gas menangguhkan dan menunda proyek- proyek pengeboran. Namun, dengan respons terkoordinasi dari OPEC untuk mengurangi produksi minyak dan pemangkasan produksi minyak Shale AS secara tajam, harga minyak dapat pulih pada 2021 dan sesudahnya,” jelas Sugiman dalam acara Publik Expose secara virtual di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Lebih lanjut Sugiman mengatakan, bahwa perusahaan melaporkan hasil kuartal pertama yang kuat untuk tahun 2020. Meskipun sepanjang 2020 kemungkinan akan terkena dampak negatif dari pandemi COVID19, proyeksi kedepan untuk industri OSV telah membaik karena permintaan dan ketersediaan atas kapal OSV sudah mencapai titik ekuilibrium. “Gearing rasio Wintermar saat ini sudah dibawah 38% dan Perusahaan telah menjadwalkan ulang liabilitas-liabilitas jangka pendek menjadi pinjaman jangka panjang,” ujarnya.

Sugiman menjelaskan, dengan pengalaman internasional yang diraih dan rekam jejak yang kuat bersama klien- klien multinasional, kini Wintermar tidak lagi sekedar pemain Indonesia. “Seiring pulihnya pasar, akan tersedia kesempatan-kesempatan dengan jangkauan yang luas serta pasar potensial yang lebih besar bagi Perusahaan. Pada akhir Juni 2020, Kontrak yang dimiliki Perusahaan adalah sebesar USD71,7 juta,” jelas Sugiman.

Sebelumnya pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dihadiri oleh pemegang saham dengan kuorum Rapat lebih dari 82%, terdapat Enam (6) agenda mata acara Rapat yang diusulkan Perusahaan telah diterima dan diputus oleh Rapat. Diantaranya, Rapat telah menerima dan menyetujui Laporan Tahunan Buku 2019, dan juga mengangkat kembali dalam jabatan masing-masing dalam Perseroan, Jonathan Jochanan selaku Komisaris Utama dan Komisaris Independen, Johnson Williang Sutjipto selaku Komisaris, Sugiman Layanto selaku Direktur Utama dan Ibu Nely Layanto selaku Direktur untuk masa jabatan 5 tahun.

Terpopuler

To Top