Peran Masyarakat Cegah Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak

man-headphones

CN, Jakarta - Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak mempunyai tiga program unggulan untuk mengatasi masalah perempuan dan anak Indonesia.

"Upaya mewujudkan tiga program unggulan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri, tapi bersinergi, sehingga yang berat jadi ringan," kata Deputi Partisipasi Masyarakat KPPPA, Agustina Erni disela-sela acara Pengembangan Program Pendampingan Rumah Susun Untuk Peningkatan Ekonomi dan Ketahanan Keluarga Dalam Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Ketiga program unggulan itu adalah akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia dan akhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan.

Agustina Erni  meminta masyarakat  agar bersatu mempersempit ruang gerak pelaku kekerasappn seksual yang mengincar anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki. Apalagi, jumlah masyarakat yang lebih banyak dari pelaku akan memiliki kekuatan yang lebih besar untuk bisa mengawasi pelaku.

“Pelaku bisa bebas karena selama ini masyarakat tidak peduli. Pelaku paling hanya ada 20 persen. Tapi kenapa jumlah yang 80 persen masyarakat tidak saling mengawasi. Padahal kalau kita awasi bersama pasti pelaku akan takut,” ungkapnya.

Agustina berharap masyarakat memiliki kepedulian tinggi dan langsung bergerak melakukan sesuatu untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.  Banyak inisiatif sudah dilakukan kalangan bawah. Itu menunjukkan, masyarakat sudah mulai sadar dengan maraknya kasus-kasus kekerasan seksual. “Di sini lah peran pemerintah dibutuhkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat lebih luas lagi, yaitu dengan menjadikan upaya yang sudah dilakukan sebagai proyek percontohan bagi masyarakat di daerah-daerah lain,” tegasnya.

 

 

Terpopuler

To Top