Dirjen Rehsos Harry Hikmat: Melindungi Generasi Muda Dari Paparan Narkoba, Harga Mati!

man-headphones

foto: Dirjen Rehsos Harry Hikmat.

CN, JAKARTA -  Dampak narkoba merusak karakter warga negara, merusak hubungan harmonis antar sesama anak bangsa bahkan dalam jangka negara yang berdaulat juga akan terpengaruh.

Perkiraan penyalahgunaan narkoba merujuk pada survei BNN kerjasama dengan pusat penelitian kesehatan Universitas Indonesia itu tidak kurang dari 4 juta lebih atau sekitar 2% dari total penduduk, karena itulah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah meluncurkan program darurat narkoba.

"Kita patut prihatin tindak kriminal yang akhirnya mendapatkan hukuman pidana dan masuk penjara. Di ketahui lebih dari 50% merupakan terpidana kasus narkoba baik itu sebagai pengedar dan juga sekaligus sebagai pemakai," kata Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat usai membuka acara Webinar Launching LKS Napza di Gedung TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (25/6).

Harry Hikmat menyampaikan di dalam rangka peringatan Hari Anti Narkoba kita harus tetap teguh untuk melakukan perlawanan terhadap kejahatan Narkoba yang menyebabkan banyak generasi muda meninggal karena narkoba bahkan dampak kerugian material berdasarkan data BNN diperkirakan kurang lebih 63 trilyun rupiah baik kerugian akibat uang yang di belanja kantuk narkoba, kerugian akibat biaya pengobatan dan juga kerugian akibat biaya rehabilitasi.

"Kementerian Sosial tidak akan mungkin  mengatasi persoalan ini sendiri, dukungan masyarakat luas menjadi hal yang sangat penting dan strategis," ungkap Harry Hikmat.

"Kehadiran forum Lembaga Kesehatan Sosial Napza ini sudah tentu akan menjadi mitra kerja yang luar biasa yang sangat strategis untuk bergandengan tangan bahu-membahu dengan pemerintah khususnya Kementerian Sosial," tambahnya.

Lebih lanjut Harry Hikmat menyampaikan Kemensos berusaha keras untuk melakukan berbagai upaya memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, para orang tua, guru dan tokoh masyarakat agar menyadari bahwa di sekitar lingkungan kita ada mata-mata pengedar narkoba yang siap menerkam anak-anak generasi muda kita.

"Kita waspadai bersama jaringan internasional perdagangan narkoba menempatkan Indonesia sebagai tujuan dari perdagangan narkoba. Kita harus punya pertahan yang kuat dan memastikan anak-anak bangsa kita terlindungi dari paparan narkoba," tutupnya. (*)

Terpopuler

To Top