Menko PMK Bacakan Doa Harlah Pancasila 1 Juni

man-headphones

Menko PMK RI, Muhadjir Effendy. (dok. Kemenko PMK RI)

CN, JAKARTA -- Peringatan Hari Lahir Pancasila di tengah pandemi Covid-19 memberikan makna persatuan yang lebih kuat. Sebagai Bangsa Indonesia, seluruh elemen masyarakat agar dapat bergotong-royong bersatu melawan penyebaran virus  Covid-19 tersebut.

Sebagaimana arahan pemerintah untuk tetap menjalankan aturan protokol kesehatan dan SOP secara ketat, upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2020 dilaksanakan secara virtual tepat pada 1 Juni.

Upacara dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, serta para Pimpinan Lembaga Negara dan Pimpinan Kementerian/Lembaga.

Masyarakat pun dapat turut merasakan kekhidmatan upacara tersebut dengan menyaksikan siaran langsung melalui TVRI, RRI, instagram Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), youtube BPIP, twitter BPIP, dan facebook BPIP.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengemban tugas untuk membacakan doa. Dalam doa, ia meminta kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa agar menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk dapat merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

"Jauhkanlah bangsa kami dari perselisihan dan perpecahan. Mantapkan tekad kami untuk membangun negara Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong," ucapnya seraya diamini seluruh peserta yang hadir.

Ia pun berdoa semoga Tuhan melindungi segenap bangsa dari wabah Covid-19 dan berbagai wabah lainnya. Selain itu memberikan ketabahan bagi seluruh rakyat dalam menghadapi ujian yang dialami serta memberi kekuatan dan kemampuan dalam mengatasinya.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidaklah mudah. Tahun ini dan atau bahkan tahun depan situasi yang sulit masih akan dihadapi serta memerlukan daya juang dan kerja keras untuk mampu melewati masa sulit tersebut.

"Dalam menghadapi ujian ini, kita patut bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru yang menggerakkan kita semua, menggerakkan persatuan kita dalam menghadapi semua tantangan, menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan kita dalam meringankan beban seluruh anak negeri, dan menumbuhkan daya juang kita dalam menghadapi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi," ucap Presiden.

Jokowi mengungkap bahwa Indonesia tidak sendirian. Ada 215 negara di dunia yang tengah berada dalam kondisi sulit akibat Covid-19. Masing-masing negara berlomba untuk menjadi pemenang dalam pengendalian virus tersebut termasuk dalam pemulihan ekonomi.

"Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus tampil sebagai pemenang dengan berhasil menciptakan peluang di tengah kesulitan. Menjawab tantangan dengan inovasi dan karya nyata. Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, dan berprestasi di tengah pandemi covid ini. Mari kita buktikan ketangguhan kita. Mari kita menangkan masa depan kita. Mari kita wujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa kita," tandas Jokowi. (*)


 

Terpopuler

To Top