Atasi Dampak Pandemi Covid-19, BRSW Mulya Jaya Jakarta Laksanakan Program Layanan Dukungan

man-headphones

(kanan) Mensos Juliari P. Batubara, Kepala BRSW Mulya Jaya Wena Sitepu dan Dirjen Rehsos Harry Hikmat.

CN, JAKARTA - Pada kegiatan penyaluran bansos sembako bagi eks penerima manfaat dan warga terlantar akibat covid-19 di Balai Rehabilitasi Sosial Watunas (BRSW) Mulya Jaya Jakarta, Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Watunas (BRSW) Mulya Jaya Jakarta, Wena Sitepu menyampaikan bahwa pihaknya selama ini sudah melaksanakan tugas-tugas dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.

"Sampai dengan bulan Mei 2020, kami telah menerima 273 orang yang yaitu 108 orang Pekerja Migran asal Malaysia dan telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Dan saat ini kami menerima rujukan sebanyak 163 orang dari seluruh GOR maupun dari Dinas Sosial yang ada di Jakarta," kata Wena di Balai Rehabilitasi Sosial Watunas (BRSW) Mulya Jaya Jakarta, Jumat (22/5).

"Balai Mulya Jaya merupakan Lembaga Rehabilitasi Sosial dibawah Kementerian Sosial yang menangani Eks Wanita Tuna Susila, Warga Negara Migran Korban Tindak Kekerasan, dan Wanita Korban Tindak Kekerasan, serta Wanita Korban Perdagangan Orang (Peraturan Menteri Sosial Nomor 20 Tahun 2018)," tambahnya.

Wena menjelaskan program-program layanan yang selama ini diberikan adalah program layanan dukungan psikososial, layanan dukungan kesehatan dan program dukungan keterampilan seperti salon, menjahit, membatik, handycraft, dan kuliner. Program lainnya yang selama ini juga telah dilaksanakan oleh BRSW Mulya Jaya Jakarta adalah 3. Program lainnya terdiri dari Respon Kasus, Penjangkauan, Advokasi Klien, Layanan Pengaduan Masyarakat dan Kedaruratan dan Perawatan Sosial yaitu Family Support (Pertemuan Orang Tua dan Home Visit).

"Selama pandemic Covid-19, Balai “Mulya Jaya” memberikan layanan berupa karantina mandiri bagi 108 orang pekerja migran asal Malaysia dan dipulangkan ke daerah asal masing-masing, pemberian bantuan sosial sembako bagi masyarakat sekitar lingkungan balai sebanyak 50 paket, layanan temporary Shelter bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Terlantar dan Korban PHK di daerah Jabodetabek. Saat ini per tangal 21 Mei 2020, jumlah yang telah tertangani sebanyak 134 orang, telah dipulangkan ke keluarga sejumlah 65 orang, dirujuk ke instansi lain 6 orang, dan yang masih tinggal dibalai sejumlah 63 orang," jelas Wena.

Ditambahkannya, Bansos sembako yang diberikan berjumlah 500 paket dengan rincian 50 paket bagi Penerima Manfaat didalam balai dan 450 paket bagi eks Penerima manfaat 200 orang, LKS Bandungwangi Jakarta 25 orang, LKS Bapel Indramayu 30 orang, LKS Lekas Bogor 25 orang, LKS Rondhiyah Kediri 30 orang, LKS Majalengka 25 orang, LKS Sukabumi 25 orang, LKS Resik 20 orang, Rumah Aman Nganjuk 20 orang, PPNPN 18 orang, Satpam Komplek 10 orang dan Lain-lain 20 orang.

"Wilayah pendistribusian Bansos Sembako terdiri dari Provinsi DKI Jakarta, Barat, Tengah, dan Jawa Timur. (sesuai domisili dari Eks PM dan Lokasi LKS). Rangkaian kegiatan penyaluran Bansos Sembako dilaksanakan mulai Jumat 22 Mei 2020 sampai dengan Sabtu, 23 Mei 2020 dengan mekanisme yang telah direncanakan oleh tim penyaluran bansos balai," tutur Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Watunas (BRSW) Mulya Jaya Jakarta, Wena Sitepu. (*)
 

Terpopuler

To Top