Pelaut Indonesia Dituntut Selalu Tingkatkan Kompetensi Agar Bisa Bersaing Di Industri Pelayaran

man-headphones

CN, Jakarta - Ketatnya persaingan memdapatkan pekerjaan di industri transportasi termasuk pelayaran sangat tinggi, saat ini para pelaut harus bersaing dengan pelaut-pelaut dari negara lain untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan palayaran besar. Oleh karena itu diperlukan komitmen untuk selalu meningkatkan kemampuan. 

“Kita tentu berharap, pelaut Indonesia tidak hanya berlayar di perairan indonesia, tapi didorong untuk berlayar ocean going. Untuk  itu harus selalu meningkatkan kompetensi pelaut disamping juga Soft Skill Competences”, demikian diungkapkan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Sugihardjo saat menutup sekaligus melantik lulusan diklat Program Pelaut Tingkat II Nautika dan Teknika Angkatan XLIII, Diklat Pelaut Tingkat IV Nautika dan Teknika Angkatan III dan IV Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Sugihardjo mengatakan, setidaknya ada 3 soft skill yang harus ditingkatkan yaitu kemampuan berinovasi, berkreasi dan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing. Karena itu, para lulusan dari sekolah-sekolah BPSDMP salah satunya STIP Jakarta yang telah menyelesaikan diklat harus diberikan tambahan kompetensi-kompetensi tersebut. Untuk kemampuan berbahasa inggris, di STIP Jakarta telah melakukan standarisasi bahasa inggris dengan program Marlin Test, dimana sertifikat hasil tes tersebut diakui di seluruh dunia. 

“Saya mengapresiasi langkah STIP Jakarta yang telah melakukan standarisasi bahasa inggris dengan program Marlin Test. Dengan demikian para lulusan dapat mengantongi sertifikat bahasa inggris maritim yang diakui internasional. Ini sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi untuk mendukung Visi Pemerintah dalam pembangunan SDM Indonesia 2020-2024 yang mampu bersaing di kancah internasional,” ujar Sugihardjo.

Sugihardjo menjelaskan mengenai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dilakukan STIP Jakarta. Program tersebut adalah program penyetaraan ijazah laut yang  didapatkan dari STIP Jakarta dengan level akademi tertentu. Sugihardjo juga mengapresiasi kerja sama dan koordinasi yang baik antara STIP Jakarta dan Ditjen Hubla sehingga bisa memberikan On Time Delivery untuk ijazah dan sertifikat para lulusan.

Sugiharjo mengajak para lulusan agar ikut berperan serta dalam membantu almamater tercinta untuk terus mengembangkan kompenti lululsannya, terutama dalam pelaksanaan praktek oleh para taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. “Kami juga membuka kesempatan kerja sama dengan para lulusan untuk dapat membantu taruna/taruni STIP dalam memberi ruang dan tempat untuk melaksanakan praktek kerja laut dan darat,” pungkas Sugihardjo.

Ketua STIP Jakarta, Amiruddin, dalam laporannya menyampaikan komposisi peserta diklat keahlian pelaut yang mengikuti pendidikan terdiri dari Ahli Nautika Tingkat II berjumlah 39 peserta, Ahli Teknika Tingkat II berjumlah 35 peserta, Ahli Nautika Tingkat IV berjumlah 55 peserta, dan Ahli Teknika Tingkat IV berjumlah 28 peserta. “Semua peserta yang mengikuti ujian akhir semuanya dinyatakan LULUS, artinya tingkat kelulusan mencapai 100%,” tutup Amiruddin.

Terpopuler

To Top