CISDI Luncurkan TRACK SDGs

man-headphones

Foto: ist

CN, JAKARTA - Memanfaatkan inovasi bidang teknologi informasi dan komunikasi, CISDI (Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives) bersama OXFAM menghadirkan platform TRACK SDGs, sebuah wadah digital yang dikembangkan sebagai penghubung dan penyedia informasi mengenai praktik baik di bidang SDGs bagi jejaring aktor pembangunan.

Merupakan singkatan dari Transparent, Reliable, Accurate, Credible Knowledge, TRACK SDGs akan berfungsi sebagai pusat informasi yang transparan danpartisipatif, yang dapat dijadikan sebagai platform rujukan pengetahuan tambahan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam SDGs.

"Platform ini juga menyediakan pemetaan aktor-aktor non-pemerintah dalam isu SDGs yang tersebar di seluruh Indonesia. Informasi yang tersedia diharapkan dapat memberikan gambaran peran dan kontribusi masing-masing aktor di setiap tujuan SDGs, sehingga memicu terjadinya kolaborasi dalam mencapai satu tujuan yang sama," kata Direktur Program CISDI, Egi Abdul Wahid di Jakarta, Rabu (12/2).

Menurut Egi Abdul Wahid, CISDI secara konsisten mendukung realisasi pencapaian SDGs di Indonesia. Pengembangan TRACK SDGs hadir berkat berkembangnya infrastruktur telekomunikasi. Kemajuan ini memberikan kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk berjejaring dan berkolaborasi, terlepas dari tantangan geografis Indonesia.

"Para anggota TRACK SDGs ini bukan hanya dapat berjejaring, namun juga berbagi pengetahuan dan mendapatkan peningkatan kapasitas melalui Kelas SDGs yang juga kami inisiasi. Wadah ini diharapkan dapat menjadi enabling environment dalam kemitraan yang terjadi untuk mencapai tujuan pembangunan Indonesia," jelasnya.

Pemanfaatan teknologi sebagai medium untuk mendukung pencapaian serta pelaksanaan SDGs yang partisipatif dan kolaboratif, juga dipaparkan oleh Country Director Oxfam di Indonesia, Maria Lauranti.

“Kanal yang dibangun oleh CISDI dengan dukungan OXFAM ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas pembangunan sosial dan di Indonesia," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan partisipasi aktor pembangunan dalam platform seperti ini, penting untuk memastikan keterbukaan, ketersediaan, dan kualitas data mengenai SDGs di Indonesia. Dengan demikian, kontribusi dari berbagai aktor termasuk aktor non-pemerintah, dapat menginspirasi pihak lain dan dipantau serta dievaluasi bersama.

Acara peluncurkan TRACK SDGs ini dihadiri oleh 30 perwakilan organisasi masyarakat sipil, dan turut menghadirkan Hamong Santono (pemerhati SDGs), Stefanus Indrayana (Head of Corporate Communication Indofood), Nurlia Dian Paramita (Nahdlatul Aisyiyah dan Wakil Ketua SUN CSO Network), dan Dr. Rachman Kurniawan (Manajer Pilar Pembangunan Lingkungan, Sekretariat SDGs Kementrian PPN/Bappenas).

Manajer Pilar Pembangunan Lingkungan, Sekretariat SDGs Kementrian PPN/Bappenas, Dr. Rachman Kurniawan mengatakan Implementasi kemitraan multi pihak dalam pencapaian SDGs perlu dilakukan dengan tetap menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

"Harapannya, platform seperti TRACK-SDGs bisa mempermudah dan memicu kemitraan yang terbuka, dapat dipertanggungjawabkan pelaksanaan dan pencapaiannya.  Lebih jauh lagi, data yang tersedia dari kolaborasi tersebut dapat membantu proses monitoring pemerintah terkait kontribusi aktor SDGs di berbagai penjuru Indonesia," tuturnya. (*)

 

Terpopuler

To Top