Mulai Layani Trayek Luar Negeri, PELNI Bidik Pasar ASEAN

man-headphones

CN, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT PELNI (Persero) akan memulai pelayaran trayek luar negeri mengambil pasar ASEAN. Pelayaran perdana dari Tanjung Priok, Jakarta – Natuna- Pelabuhan Muara, Brunei Darussalam. “Pelayaran perdana ke luar negeri ini merupakan sejarah baru bagi PELNI yang selama bertahun-tahun hanya fokus melayari dalam negeri.  Sebelumnya, beberapa kapal PELNI pernah berlayar ke Hongkong dan Jepang beberapa tahun silam,” demikian diungkapkan Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero), Yahya Kuncoro di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Menurut Yahya, PELNI saat ini tidak hanya melayani angkutan penugasan kapal penumpang, namun telah mengembangkan bisnis angkutan barang untuk dalam negeri dan luar negeri. Hal tersebut sesuai visi perseroan yang baru saja dirubah untuk  menyasar pasar ASEAN. “Kami merevisi visi perusahaan dari sebelumnya Menjadi Perusahaan Pelayaran Nasional yang Tangguh dan Pilihan Utama Pelanggan dirubah menjadi “Menjadi Perusahaan Pelayaran Nasional  dan Logistik Maritim Terkemuka di Asia Tenggara,” tuturnya,

Yahya menjelaskan, pelayaran ke Brunei akan dilayani KM. Logistik Nusantara 4. Kapal berkapasitas 105 teus/container itu akan mengambil rute dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kapal akan singgah di Selat Lampa, Natuna dan melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Muara, Brunei Darussalam. “Estimasi hari layar sekitar 9 hari. Bagi pelanggan yang akan mengangkut barang ke Brunei dapat menghubungi Contact Center PELNI 162 atau bagian pemasaran angkutan barang. Kami ada yang melayani khusus muatan ke Brunei,” tambahnya.

PELNI  mengoperasikan 113 armada terdiri 26 kapal penumpang tipe 3000/2000 pax sebanyak 12 unit, tipe 1000 pax  9 unit dan tipe 500/Roro 5 unit,  53 kapal perintis, 13 kapal barang tol laut, 3 kapal barang komersial, 1 kapal ternak dan  17 kapal rede. “Pertumbuhan armada Perseroan seiring pembelian kapal barang serta penugasan pengoperasian kapal negara yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan dalam empat tahun terkahir,” pungkas Yahya.

Terpopuler

To Top