Rokok Elektrik Dan Rokok Konvensional Merusak Kesehatan Dan Perekonomian

man-headphones

Foto: Istimewa

CN, JAKARTA - Pakar Ekonomi Universitas Indonesia Abdillah Ahsan menegaskan merokok baik rokok konvensional maupun rokok elektronik dapat merusak kesehatan dan sudah pasti merusak perekonomian. "Penggunaan rokok elektronik di Amerika Serikat sudah menyebabkan dampak kesehatan.

"Di Amerika Serikat telah melarang kios rokok elektronik dan hal ini berbeda di Indonesia yang menjamur kios-kios rokok elektronik," kata Abdillah Ahsan di Kemenkes RI Jakarta, Rabu (15/1).

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr. Agus Dwi Susanto mengungkapkan bahaya rokok elektrik sama dengan rokok konvensional karena kandungan bahan berbahaya di dalam rokok elektrik sama dengan rokok konvensional.

"Publik selama ini hanya melihat perbedaannya saja antara rokok elektrik dan rokok konvensial. Sedangkan kesamaan bahayanya tidak pernah disebarluaskan. Kandungan nikotin membuat pengguna mengalami ketagihan," tuturnya.

Dijelaskan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr. Agus Dwi Susanto rokok elektrik dan rokok konvensial sama-sama mengandung karsinogen atau bahan yang dapat memicu kanker paru-paru.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, Cut Putri Arianie mengatakan Kementerian Kesehatan tidak memiliki kewenangan melarang rokok elektronik. Kewenangan Kementerian Kesehatan hanya pada dampaknya.

Pada acara ini juga hadir Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan Alexander K. Ginting, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto, Sekretaris Bidang Hubungan Masyarakat dan Kesejahteraan Anggota Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia Catharine Mayung Sambo, Pengurus Komite Nasional Pengendalian Tembakau Widyastuti Soerojo. (*)

Terpopuler

To Top