Kualitas Petugas UPT Terminal Dan Jembatan Timbang Harus Terus Ditingkatkan

man-headphones

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi

CN, Jakarta - Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia menjadi hal penting dalam menunjang 5 visi Presiden RI. Menjadi tugas dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Ditjen Hubdat adalah untuk merefleksikan 5 Visi Presiden tersebut. “Merefleksikan dari Visi Presiden tersebut, secara kuantitas kita memang kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) namun secara kualitas saya yakin kita punya daya dukung teknis untuk mengerjakan pekerjaan kita. Silahkan masukkan dalam anggaran kita untuk melakukan kegiatan peningkatan kualitas dan kapasitas SDM. Perbaikan fisik atau SDM harus ditentukan juga jenis perbaikan apa yang akan kita lakukan ke depannya. Kalau saya usulkan adalah peningkatan hospitality sebagai cerminan pelayanan ramah tamah kepada masyarakat,” demikian diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dalam Konsolidasi Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Unit Pelaksana Teknis Ditjen Perhubungan Darat di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Dirjen Budi menegaskan bahwa, 5 visi presiden yang harus di refleksikan yaitu:

1. Pembangunan Infrastruktur

2. Pembangunan Sumber Daya Manusia

3. Penyederhanaan Regulasi

4. Reformasi Birokrasi

5. Transformasi Ekonomi

Dirjen Budi menambahkan bahwa, sangat penting kehadiran para personil UPT baik di Terminal maupun Jembatan Timbang. “Bagi saya Anda semua adalah ujung tombak untuk menjalankan visi Pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Saya beserta para direktur begitu semangat untuk menerapkan aspek keselamatan, keamanan, dan kehadiran di masyarakat namun kami memiliki keterbatasan untuk melakukannya di seluruh wilayah Indonesia, Anda yang hadir di sinilah yang berperan penting. Ujung tombak ini diharapkan dapat selaras semua untuk melakukan tugas kita dan mewujudkan Visi Presiden,” tuturnya.

Dirjen Budi mengatakan, seluruh Terminal Tipe A bisa mencontoh para petugas di Terminal Harjamukti, Cirebon yang memberi salam dan menunduk memberi hormat pada bus yang akan berangkat, bahkan jika memungkinkan dilakukan di Jembatan Timbang. “Prinsipnya yang disampaikan oleh kita akan menerapkan hospitality di terminal untuk bus yang akan berangkat. Artinya ada komunikasi dan hubungan emosional antara petugas dengan pengemudi dan penumpang untuk berhati-hati di jalan, demikian juga di jembatan timbang harus ada salam penghormatan sebagai bentuk hospitality,” kata Dirjen Budi.

Faktor Keselamatan harus juga menjadi prioritas, oleh karenanya perlu ditingkatkan peran petugas dalam melakukan Rampcheck. “Selama ini mungkin rampcheck hanya dilakukan parsial atau pada masa Angleb dan Nataru saja, namun ke depannya harus kita tingkatkan pemeriksaan di terminal. Terminal juga harus tercermin sebagai jaminan keselamatan, tidak hanya untuk naik turun penumpang, jadi bus yang berhenti di terminal akan dilakukan pemeriksaan,” pungkas Dirjen Budi.

Terpopuler

To Top