90 Persen Anak-Anak Penderita DM Tipe 1 Butuh Terapi Insulin

man-headphones

Foto: Sekretaris Endokrinologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Nanis Sacharina Marzuki, Sp.A (K).

CN, JAKARTA – Sekretaris Endokrinologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Nanis Sacharina Marzuki, Sp.A (K) mengungkapkan 90 persen anak-anak penderita diabetes melitus merupakan DM tipe 1, sehingga membutuhkan terapi insulin seumur hidup.

Menurut Nanis, anak dan remaja penderita dibetes merupakan diabetes tipe 1 yang harus menjalankan terapi insulin. "Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar gula darah di atas normal yang berlangsung secara kronis," kata Dr. dr. Nanis Sacharina Marzuki, Sp.A (K) dalam konferensi pers di Kemenkes RI, Jakarta, Senin (11/11).

Lebih lanjut dia menjelaskan insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas dan berfungsi mengatur penggunaan glukosa oleh otot, lemak atau sel-sel lain di tubuh. Glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.

Nanis mengungkapka diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh reaksi autoimun yang menyerang sel pankreas yang memproduksi insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak cukup. Oleh karena itu, penderita diabetes melitus tipe ini memerlukan terapi insulin seumur hidup.

"Ada penyakit diabetes melitus tipe 2 yang disebabkan gangguan kerja insulin dan dapat disertai kerusakan pada sel pankreas. Diabetes melitus tipe ini biasanya terdiagnosis pada usia pubertas atau lebih tua. Diabetes melitus tipe 2 ini berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat antara lain obesitas, kurang aktivitas, hipertensi, pola makan tidak sehat, suka makan-makanan cepat saji, dan merokok," ungkapnya.

Nanis menyampaikan terjadi pertambahan pasien terdaftar dengan diabetes melitus tipe 1 sebanyak 30 orang tiap tahun.
Berdasarkan data registri UKK Endokrinologi IDAI yang dikeluarkan Oktober 2019, jumlah pasien dengan diabetes melitus tipe 1 pada 2016 sebanyak 1.160 orang, pada 2018 sebanyak 1.220 orang, dan pada sebanyak 1.251 orang.

Sementara, pasien terdaftar dengan penyakit diabetes melitus tipe 2 mengalami pertambahan 20 orang tiap tahun, berdasarkan data jumlah pasien terdaftar sebanyak 81 orang pada 2016 dan 142 orang pada 2019.

Nanis menuturkan jika anak dapat penyakit diabetes sejak usia kurang dari 15 tahun dan penyakitnya tidak terkontrol, maka pada umur 25 tahun, sudah muncul semua kelainan termasuk gagal ginjal, kelainan retina dan hipertensi yang muncul di usia lebih muda sehingga kematian dini muncul lebih cepat. Untuk itu, perlu segera menjaga pola hidup sehat sehari-hari dan di keluarga.

"Orang tua harus peduli keadaan anak dan memiliki inisiatif untuk memeriksa kadar gula dalam darah pada anak. Jika anak lemas, mengeluarkan air seni banyak dan sering, mengalami dehidrasi berlebihan dan berat badan turun, maka segera periksa kadar gula dalam darah minimal dengan pemeriksaan kandungan glukosa di urin," kata Sekretaris Endokrinologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Nanis Sacharina Marzuki, Sp.A (K). (*)
 

Terpopuler

To Top