Kemensos Rehabilitasi 12 Korban Perdagangan Orang Asal Bandung

man-headphones

Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Watunas (BRSW) Mulya Jaya Jakarta, Wena Sitepu. (Foto: Istimewa)

CN, JAKARTA - Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Watunas (BRSW) Mulya Jaya Jakarta, Wena Sitepu menyampaikan Kementerian Sosial melalui Balai Rehabilitasi Sosial Watunas (BRSW) Mulya Jaya Jakarta merehabilitasi sebanyak 12 korban perdagangan orang yang berasal dari kota kembang Bandung, Jawa Barat.

Wena Sitepu mengungkapkan kasus ini bermula saat Polres Situbondo menyelamatkan 12 perempuan asal Bandung dari tempat karaoke yang diduga menjadi korban perdagangan orang (Traffiking).

"Menurut pengakuan mereka kepada Polisi mereka berasal dari Bandung, tapi tidak dibuktikan dengan adanya identitas," tutur Wena dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (5/10).

Lebih lanjut Wena Sitepu mengatakan polisi mengamankan anak anak remaja ini di Desa Kotakan, Kecamatan Kota Situbondo, Jawa Timur karena adanya laporan dari masyarakat setempat kepada Polisi.

Menurut Wena, mereka dipekerjakan sebagai PSK (Pekerja Seks Komersil) akan tetapi mereka seolah-olah tinggal dan bekerja di rumah karaoke.


- “Aku pulang ke Jakarta ya bu, pengen ketemu mamah dan kakak saya yang tinggal di Jakarta,” kata salah satu remaja, TS (14).


TS yang sangat bahagia ini adalah satu dari 12 remaja yang saat ini berada di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya (RSBK) Kediri milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

BRSW Mulya Jaya, lanjut Wena, juga mengirimkan tim Pekerja Sosial BRSW Mulya Jaya untuk melakukan respon kasus untuk mengetahui latar belakang permasalahannya sekaligus melakukan Assesmen.

Selanjutnya tim Balai juga melakukan Trauma Healing  dan Terapi Psikososial terhadap anak anak remaja ini

Wena menjelaskan setelah melalui proses pemeriksaan dan pemberkasan oleh Polres Situbondo dan Kejaksaan Negeri Jawa Timur, pada tanggal 3 Oktober 2019 dilakukan Case Confrence (CC) terhadap kasus dan kondisi yang dialami oleh 12 anak perempuan ini dan tindak lanjut penanganan yang harus dilakukan.

Berdasarkan hasil CC dan berdasarkan hasil assessment maka peserta rapat memutuskan bahwa 12 anak ini harus segera dirujuk ke BRSW Mulya Jaya untuk mendapatkan layanan Rehabilitasi lanjut.

Salah seorang satpam UPT, Sarno ketika menyambut kedatangan  rombongan Kepala BRSW Mulya Jaya di UPT Kediri mengatakan mereka dari malam sudah tidak ada yang tidur. Bahkan dari pagi ada yang tidak mau makan dan tidak mau mandi karena sudah pengen banget buru-buru berangkat ke Jakarta. Ibu sudah ditungguin anak anak dari subuh.

"Mereka dititipkan oleh Polres Situbondo di UPT RSBK Kediri sejak tanggal 2 Agustus 2019. Selama dua bulan mereka di UPT RSBK Kediri mendapatkan layanan rehabilitasi sosial dasar," terangnya

Kegiatan Case Conference dihadiri perwakilan Polres Situbondo, Polres Jawa Barat, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Pemberdayaan Anak dan Perempuan Provinsi Jawa Barat, Sakti Peksos Situbondo dan perwakilan BRSW Mulya Jaya Jakarta. (*)


 

Terpopuler

To Top