Menkes: Keterbatasan Produksi Vaksin Menjadi Masalah Negara OKI

man-headphones

Menkes RI, Nila Moeloek. (Foto: Isk)

CN, JAKARTA -  Keterbatasan produksi vaksin menjadi masalah bagi negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Sementara hampir semua Negara OKI menghadapi persoalan yang sama yaitu masih tingginya prevalensi penyakit menular.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila Moeloek mengungkapkan diperkirakan saat ini negara-negara OKI, 45,6 persen kematian disebabkan oleh penyakit menular.

Menkes menjelaskan akibat tingginya prevalensi penyakit menular, Negara-negara OKI menurut data tahun 2010-2011mengalami kesulitan dalam mengurangi angka kematian ibu dan anak, menghadapi masalah kurang gizi dimana 36 persen anak-anak dibawah usia 6 tahun tergolong stunting dan 22 persen tergolong underweight.

"Karena itu, kami memandang perlunya akses yang lebih baik terhadap obat-obatan, vaksin dan produk kesehatan lainnya termasuk produk bioteknologi bagi Negara-negara OKI. Semua komponen tersebut menjadi bagian penting dalam mencapai system kesehatan yang kuat," tegas Menkes Nila Moeloek usai membuka acara Pertemuan Tehnis Negara OKI, di Kemenkes Jakarta, Selasa (1/10).

Lebih lanjut Menkes mengatakan akses terhadap vaksin mencakup upaya substantive dalam mempertahankan kualitas vaksin terbaik untuk diberikan kepada pasien, komunitas dan masyarakat.

"Untuk merealisasikan hal tersebut, diperlukan manajemen rantai dingin yang memenuhi syarat serta penataan distribusi dan layanan vaksin di setiap titik fasilitas kesehatan yang efektif dan efisien," tutur Menkes.

Dikatakannya, sampai tahun 2018, penyediaan rantai dingin sudah tersedia di 90 persen puskesmas  dan diharapkan pada 2019 ini semua Puskesmas sudah menggunakan rantai dingin yang terstandar dan berfungsi baik.

Sebagai salah satu Negara anggota OKI yang memiliki kapasitas produksi vaksin dan produk bioteknologi, Indonesia menurut Menkes mengemban amanah untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas sesama Negara anggota dalam pemenuhan kebutuhan vaksin dan memastikan bahwa vaksin yang sampai ke masyarakat memberikan hasil terbaik untuk peningkatan kesehatan. (*)
 

Terpopuler

To Top