Kepala Perpusnas: Perpustakaan Harus Bertransformasi

man-headphones

(Jas Hitam) Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando. (Foto: Isk).

CN, JAKARTA - Pengetahuan berkembang sangat cepat. Perpustakaan mampu menghubungkan antara kemajuan peradaban dengan masyarakat.

Agar tetap relevan dengan masa depan perpustakan harus bertransformasi tidak sekedar melayani kebutuhan pemustaka tapi kandungan pengetahuan juga harus disebarluaskan sehingga lebih bermanfaat.

Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando menyampaikan tema ‘Berbagi Pengetahuan Untuk Kesejahteraan’, menjadi tema yang dipilih pada perhelatan Perpusnas Expo 2019.

Dikatakannya, Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) mengajak semua pihak bahwa sejatinya ilmu pengetahuan akan abadi jika disampaikan.

Semakin banyak yang memanfaatkan, maka akan timbul kreativitas ataupun inovasi baru yang membawa pengetahuan baru dan kesejahteraan. Dan begitu seterusnya.

“Perpustakaan adalah layanan publik yang menjamin setiap warga negara memiliki akses terhadap informasi dan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” kata Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando usai membuka secara resmi Perpusnas Expo 2019 di Perpustakaan Nasional RI, dikawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019).

Pada kesempatan yang sama Perpusnas melakukan penandatanganan kerja sama (MOU) dengan mitra perpustakaan. Di tempat yang sama Kepala Perpusnas bersama Dirut PT Pos Indonesia dan PT Peruri meluncurkan perangko edisi Naskah Kuno Nusantara.

“Naskah kuno yang dipilih adalah naskah kuno yang telah tercatat sebagai Ingatan Kolektif Dunia (MoW), yakni naskah I La Galigo, Babad Dipanegara, Negara Krtagama, dan Cerita Panji,” ungkap Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando.

Perpusnas Expo 2019 menghadirkan beragam kegiatan edukasi, mulai dari pemutaran film, talkshow city scape dan fun science, workshop film disabilitas, fotografi smartphone, video graphy, video editing untuk media sosial, vlog, joke writing, kewirausahaan kopi, wayang Uwuh, tarot, penulisan aksara Jawa-Unicode, seminar pengenalan drone; fotografi, literasi kopi;,  bedah buku Membaca Indonesia, Dwiki Darmawan live concert, festival cerita nusantara, easy writing, peluncuran buku Perpusnas ‘Ikon Peradaban dan Ilmu Pengetahuan serta 8 buku WWA dari Bekraf, kontes vlog, lomba musik literasi, lomba menggambar, hypno writing, sosialisasi Bahasa Esperanto dan website, orasi ilmiah pustakawan, sagusaku, diskusi tentang Hak Cipta, Iptek nuklir untuk kesejahteraan, dan perpustakaan untuk anak milenial.

Perpusnas Expo 2019 berlangsung di fasilitas layanan Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 11, dari tanggal 5-22 September, dan terbuka untuk diikuti secara gratis fasilitas layanan Perpustaaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 11.  (*)
 

Terpopuler

To Top