Bapeten Kembali Berpartisipasi Di Hakteknas Ke 24

man-headphones

Foto: (Istimewa)

CN, JAKARTA - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) kembali berpartisipasi dalam rangkaian acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke 24 tahun, yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 25-28 Agustus 2019 di Bali.

Bertempat di Lapangan Puputan Renon, selain membuka booth di Ritech Expo, BAPETEN juga mengadakan layanan konsultasi dan talkshow perizinan online pesawat sinar-X dengan menghadirkan Kepala Subdirektorat Perizinan Fasilitas Kesehatan.

Pada tanggal 28-29 Agustus 2019, BAPETEN mengadakan Pembinaan dan Layanan Perizinan Pemanfaatan Sinar-X atau biasa disebut dengan On the Spot Licensing (OTSL).

Dengan mengandalkan sistem B@LIS online dan Online Single Submission (OSS) yang merupakan salah satu bentuk inovasi pelayanan publik, kegiatan ini bertujuan mempermudah para pemohon izin pemanfaatan tenaga nuklir di bidang kesehatan di daerah Bali dan sekitarnya dalam aspek efisiensi biaya, jarak dan waktu.

Direktur Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, Ishak mengatakan bahwa setiap pembelian pesawat sinar-X harus dari distributor yang telah mendapatkan izin pengalihan dari BAPETEN dan setiap petugas yang berada di instalasi yang memanfaatkan sumber radiasi pengion pun wajib memiliki izin.

Acara OTSL ini juga menghadirkan pembicara dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang memaparkan mengenai Pelayanan Umum Radiologi Diagnostik dan Intervensional di Provinsi Bali, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang berbicara mengenai sistem Online Single Submission.

Perlu diketahui oleh masyarakat bahwa di daerah Bali terdapat 172 izin aktif dan 57 izin yang sudah kadaluarsa di bidang medik. Untuk itulah BAPETEN hadir di Bali, dengan tujuan untuk melakukan bimbingan secara langsung kepada para pemohon izin.

"Dengan mengundang instansi dari Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur, diharapkan agar para instansi medik dapat memahami persyaratan izin yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga proses kelengkapan perizinan dapat dikonsultasikan langsung ke para evaluator BAPETEN," kata Direktur Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, Ishak dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Adanya fakta bahwa terdapat beberapa izin yang kadaluarsa dan kurangnya pemahaman mengenai proses perizinan kesehatan dalam pemanfaatan radiasi pengion menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi BAPETEN. Untuk menghadapi tantangan tersebut, BAPETEN terus berupaya untuk melakukan usaha jemput bola langsung ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. (*)
 

Terpopuler

To Top