Jakarta International Literary Festival Berikan Kontribusi Memajukan Sastra

man-headphones

Penyelenggaraan festival sastra Jakarta International Literary Festival. (Foto: dok. Humas Dirjen Kebudayaan).

CN, JAKARTA - Pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Platform Indonesiana bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), menyelenggarakan sebuah festival sastra Jakarta International Literary Festival (JILF).

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Dra. Sri Hartini, M.Si menyampaikan dukungan Pemerintah terhadap penyelenggaraan JILF dan festival lainnya di sejumlah daerah adalah aktualisasi dari Undang-undang No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, dimana undang undang tersebut memberikan mandat kepada Pemerintah sebagai fasilitator dalam pemajuan kebudayaan.

Menurut Sri Hartini, Indonesiana adalah sebuah platform gotong royong pemajuan kebudayaan. "Lewat platform ini, seluruh pemangku kepentingan didorong untuk secara bersama-sama melakukan upaya-upaya untuk pemajuan kebudayaan," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Dra. Sri Hartini pada acara festival sastra Jakarta International Literary Festival (JILF) di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta, Selasa malam (20/8/2019).

Lebih lanjut Sri Hartini mengatakan JILF adalah salah satu wujud nyata bagaimana pemangku kepentingan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dewan Kesenian Jakarta dan komuitas sastra bergotong royong merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan Jakarta International Literary Festival.

"Saya yakin, JILF, didedikasikan untuk pengembangan dan kemajuan kita di bidang sastra dan bidang kebudayaan pada umumnya. Sastra adalah produk peradaban yang tidak mungkin dapat dipagari dengan sekat atau batas-batas nasionalitas negara, apalagi batas administratif," ungkapnya.

Dikatannya, sesuai pasal 4 huruf (j) UU Pemajuan Kebudayaan secara eksplisit menegaskan bahwa tujuan kemajuan adalah untuk mempengaruhi arah perkembangan peradaban dunia. Disini makin menunjukkan bagaimana karya sastra dapat berinteraksi dengan lingkup global, lingkup yang lebih luas.

 JILF dilaksanakan selama lima hari ke depan, diisi dengan berbagai macam rangkaian kegiatan: pasar buku, mendongeng, pameran, seminar dan simposium.

Menghadirkan puluhan sastrawan dalam dan luar negeri. "Saya berharap, JILF dengan puluhan sastrawan yang hadir dapat memberikan kontribusi dan juga menginspirasi kita semua dalam memajukan sastra dan memajukan kebudayaan pada umumnya. (*)

 

Terpopuler

To Top