Selain Menjaga 5C, Event Festival Cheng Ho Ada Semangat Indonesia Incorporated

man-headphones

Staf Khusus Menteri Pariwisata (Menpar) Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono saat sambutan.

CN, SEMARANG- Mewakili Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Staf Khusus Menteri Pariwisata (Menpar) Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono menyampaikan apresiasi yang mendalam atas berlangsungnya Festival Cheng Ho 2019 pada 3-4 Agustus 2019 yang berjalan sukses di Klenteng Sam Poo Kong dikawasan Jalan Simongan No.129, Bongsari Kota Semarang.

"Dari awal saya mengikuti event Festival Cheng Ho ini sejak kemarin sampai siang ini, sangat keren dan sangat menarik karena dibalut perjalanan sejarah seorang Laksamana Cheng Ho," kata Don Kardono disela-sela acara Festival Cheng Ho 2019 di Klenteng Sam Poo Kong Semarang, Minggu (4/8/2019).

Lebih lanjut Don Kardono mengatakan Klenteng Sam Poo Kong memiliki panggung yang sangat luas. Itu bisa dimaksimalkan dengan standar nasional. Secara keseluruhan sudah sangat oke.

Don Kardono juga menyampaikan rasa bangga Menpar Arief Yahya karena konsepnya dinilai sangat brilian, mempromosikan keanekaragaman agama dan budaya dari Semarang.

"Yang membuat Menpar happy, ada semangat Indonesia Incorporated yang ditampilkan. Seluruh stake holder bahu membahu turun langsung ke lapangan mempromosikan wow-nya Festival Cheng Ho 2019 dari Semarang," ungkapnya.

Arahan Menpar Arief Yahya menurut Don Kardono, adalah semangat yang harus dijaga yaitu Indonesia Incorporated. Bangsa ini harus bersatu, mensinergikan seluruh kekuatan, memperkuat semua lini. Jangan lupa menjaga 5C, creative value, commercial value, communication value, consistency dan CEO Commitment.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Cheng Ho 2019 Mulyadi Setiakusuma mengatakan, tradisi ini adalah tradisi lama yang telah mendarah daging. Masyarakat Semarang selalu mengapresiasi ajang ini dengan baik.

"Perayaan Festival Cheng Ho 2019 dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Datang dan hadir di Semarang, sekaligus melihat perpaduan akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa di kota ini," tuturnya.

Kesan yang terasa, Festival Cheng Ho langsung memperkuat Semarang sebagai kota toleransi berbudaya, beragama dan etnik. Event ini juga menginspirasi masyarakat lewat tradisi yang ditampilkan. Dan yang paling penting, message untuk saling menjaga kesatuan Indonesia, dengan keanekaragaman agama dan budaya, tersampaikan dengan baik. (*)
 

Terpopuler

To Top