NEST 2019: Indonesia Harus Memiliki Brand Nasional

man-headphones

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti Muhammad Dimyati saat konferensi pers NEST 2019.

CN, JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerjasama dengan Derania menyelenggarakan National Expo for Science and Technology Tahun 2019 (NEST 2019).

NEST 2019 merupakan multi event yang terdiri dari pameran produk, pameran poster, pameran virtual, penganugerahan, rakornas, seminar, talkshow, perlombaan, dan demo produk.

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti Muhammad Dimyati menyampaikan produk-produk yang ditampilkan merupakan hasil riset unggulan yang berpotensi menjadi brand nasional.

"Kedepan, Indonesia harus memiliki brand nasional," kata Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti Muhammad Dimyati saat konferensi pers di Kemenristekdikti Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Lebih lanjut Dimyati mengatakan NEST ini merupakan bagian dari langkah awal untuk mengimplementasikan RIRN, melalui PRN 2020-2024 yang telah menjadi masukan dalam Naskah Teknokratis RPJMN 2020-2024.

"Jadi produk-produk yang dipamerkan adalah hasil-hasil riset yang terkait dengan 45+6 produk PRN mendatang," ungkapnya.

Menurut Dimyati, hal tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana status atau peta hasil-hasil riset ke 45+6 produk tersebut, agar kedepan tidak semuanya harus dilakukan dari awal, sehingga tujuan untuk efisien dan focus benar-benar terwujud.

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti Muhammad Dimyati juga menjelaskan NEST bertujuan untuk meningkatkan budaya riset melalui pemberian penghargaan kepada pelaku Iptek, pameran hasil penelitian dan pengembangan, serta kerjasama antar stakeholders Iptek agar hasil penelitian dan pengembangan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri.

NEST 2019 akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 12-14 September 2019. Beberapa instansi yang berpartisipasi yaitu Kemenristekdikti, LIPI, BATAN, BSN, IPB, CTECT Edwar Tech Lab dan PT. Regio Aviasi Industri (PT. RAI). (*)
 

Terpopuler

To Top