BRSLU Gau Mabaji Gowa Turut Berpartisipasi Pada Peringatan HLUN 2019 Di Bandung

man-headphones

(Kiri) Kepala Balai Syam Wuryani didampingi Fungsional Penyuluh Sosial dan petugas kehumasan Subhan Kadir.

CN, JAKARTA - Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) Gau Mabaji Di Gowa turut berpartisipasi pada acara Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 23 Tahun 2019 di Bandung dalam kegiatan pameran.

BRSLU Gau Mabaji Di Gowa mengirimkan 6 orang pegawai dalam kegiatan tersebut dan dikoordinir langsung oleh Kepala BRSLU Gau Mabaji, Syam Wuryani.

Syam Wuryani menjelaskan Produk-produk yang ditampilkan pada pameran HLUN kali ini berupa hasil kerajinan tangan para lansia penerima manfaat yang dilaksanakan pada kegiatan terapi, seperti makanan kecil atau camilan khas sulawesi, serta berbagai media informasi tentang produk layanan Balai.

"Di acara kali ini, kami menampilkan produk-produk hasil kerajinan para lansia penerima manfaat," jelas Syam Wuryani akrab dipanggil Yani disela-sela kegiatan Acara Peringatan HLUN ke 23 tahun 2019 di Bandung, Rabu (10/7/2019).

Sementara itu, Fungsional Penyuluh Sosial dan petugas kehumasan Subhan Kadir menyampaikan program-program yang dilakukan di BRSLU Gau Mabaji Di Gowa yaitu: program penjangkauan dan respon kasus, program rehabilitasi sosial lanjut usia (lansia) lanjutan melalui rumah aman, dukungan keluarga lansia, home care melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan program layanan pendukung.

"Sejak berubah menjadi Balai, lansia yang ditangani bukan lagi mereka yang mengalami keterlantaran. Sasarannya sekarang adalah Lansia yang mengalami masalah khusus seperti mengalami trauma akibat kekerasaan, perlakuan salah, lansia korban bencana alam atau bencana sosial dan lansia yang berhadapan dengan hukum. Persyaratannya usia 60 tahun keatas, memiliki KTP dan KK, serta rujukan atau rekomendasi dari Dinas Sosial Setempat," jelas Subhan.

Subhan juga mengatakan berbagai Terapi juga dilakukan seperti terapi kehidupan (livelihood therapy) meliputi:  terapi fisik, terapi psikososial, dan terapi spiritual.

Terapi fisik bertujuan untuk mempertahankan dan mengembalikan fungsi fisik melalui latihan fisik yang dipandu fisioterapis. Berbagai Terapi psikososial yang bertujuan untuk mempertahankan kesejahteraan psikis lansia. Terapi spiritual bertujuan untuk  ketenangan dan kebahagiaan batin lansia.

"Kelebihan BRSLU Gau Mabaji Di Gowa dibandingkan balai lainnya pada penilaian akreditasi, BRSLU Gau Mabaji Di Gowa memperoleh predikat Excelent, tertinggi diantara Balai Rehabilitasi Sosial Lainnya dengan nilai 566. Selain itu BRSLU Gau Mabaji sebagai pelopor penggunaan sistem informasi dalam pencatatan dan pelaporan pelayanan  rehabilitasi sosial bebasis data dan aplikasi yang dikenal dengan SI RELA (sistem informasi rehabilitasi sosial lanjut usia)," tutur Fungsional Penyuluh Sosial dan petugas kehumasan Subhan Kadir. (*)
 

Terpopuler

To Top