Pemerintah Harus Kreatif Gali Potensi Cukai Industri Di Sektor Yang Belum Tersentuh

man-headphones

CN, Jakarta - Kondisi keuangan negara yang berjalan normal dan pemasukan negara dari berbagai sektor terus mengalir, tidak perlu jadi kekhawatiran berlebihan di kalangan masyarakat. “Namun demikian mengingat anggaran masih terus mengalami defisit, pemerintah perlu lebih kreatif menggali dan memperluas sumber sumber pendapatan. Selain meningkatkan tax ratio, juga menggali sumber sumber cukai yang belum digarap selama ini. Bukan mengutak-atik cukai dari sektor industri yang sudah menjalankan kewajibannya secara baik dan memenuhi target,” demikian diungkapkan Pengamat Ekonomi yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Berly Martawardaya dan Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Anshor (GP Ansor)  Sumantri Suwarno di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Menurut Berly, memang pada periode Januari-Maret kondisi keuangan negara menipis. “Namun mulai akhir Maret serta April dan seterusnya seiring dengan pembayaran pajak tahunan dan mengalirnya pemasukan negara  dari sektor lainnya, kondisi keuangan mulai stabil sehingga tidak ada masalah,” papar Berly.

Berly Martawardaya menambahkan bahwa, meski perekonomian negara masih perlu perbaikan, namun secara garis besar para pejabat negara yang mengawal  keuangan dan perekonomian nasional sudah berjalan pada arah yang benar, gal yang perlu diperbaiki selain peningkatan ekspor dan pengurangan import,  juga menggali potensi potensi sumber pendapatan yang selama ini belum disentuh atau belum direalisasikan. “Yang perlu diperbaiki adalah pendapatan negara di bidang pajak. Target pajak kita selama ini belum tercapai 100 %. Selain itu tax ratio pajak kita juga masih rendah. Baru pada angka 10- 12 persen dari GDP kita. Padahal di negara tetangga seperti Thailand saja sudah mencapai 17 persen. Karena itu sudah saatnya tax ratio kita dinaikan.” Ujarnya.

Berly menegaskan bahwa, pajak kita masih bisa terus digenjot, terutama pajak orang pribadi. Saat ini warga negara yang memiliki nomor pokok wajib pajak atau NPWP juga masih kurang. Demikian juga perusahaan perusahaan pertambangan, masih banyak yang belum membayar pajak. “Karena itu pemerintah harus lebih serius memperhatikan dan menggali potensi pajak dari sektor pertambangan terutama perusahaan perusahaan pertambangan yang masih lalai dalam menjalankan kewajibannya pajak nya terhadap negara,” tutur Berly Martawardaya.

Berly juga mengatakan bahwa, selain pajak, cukai juga perlu menjadi perhatian. “Target penerimaan cukai sudah terpenuhi secara baik. Karena itu, sektor cukai yang sudah memenuhi kewajibannya secara baik, tahun 2019 ini tidak perlu dikotak katik. Yang perlu digali di sektor cukai adalah potensi cukai yang ada di luar negeri tapi di dalam negeri belum dikenakan cukai. Salah satunya adalah cukai minuman bersoda maupun minuman yang mengandung kadar gula yang sangat tinggi.” Jelasnya.

Berly menegaskan, pemerintah juga perlu menerapkan cukai bagi plastik dan industri plastik. Alasannya plastik jangka pendek dan jangka Panjang menimbulkan pencemaran  lingkungan. Bahkan merusak lingkungan. Karena itu, untuk mengurangi penggunaan plastik, pemerintah perlu menerapkan cukai plastik. Penerapan biaya atas penggunaan plastik bukan hanya dilakukan oleh pengusaha atau pengelola super market dan sejenisnya kepada masyarakat sebagai konsumen, tapi harus dilakukan langsung oleh pemerintah. “Selain memberikan pemasukan yang besar bagi negara, juga akan membuat masyarakat meminimalisir penggunaan plastik.” urai Berlu.

Pada kesempatan yang sama Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Pusat GP Ansor Sumantri Suwarno sependapat dan mendukung apa yang disampaikan Berly Martawardaya. Menurut  alumni FEB UI, jika pemerintah jeli, masih banyak sumber sumber pendapatan negara yang belum digali dan dimanfaatkan oleh pemerintah menjadi sumber pendapatan negara yang dapat menutupi atau mengurangi defisit anggaran negara.

“Di negara negara lain, plastik sudah mulai dikenakan cukai. Karena itu sudah saatnya pemerintah menerapkan cukai bagi industri maupun pemakaian plastik di tanah air. Selain untuk melindungi  lingkungan dan alam sekitar  dari bahaya plastik juga untuk menambah pundi pundi pendapatan negara. Pemerintah memang perlu lebih kreatif dalam menggali potensi pendapatan negara di bidang cukai. Bukan hanya berkutat pada industri tertentu saja yang sudah dikenai cukai dan mencapai target. Tapi pemerintah harus menggali sektor lain yang perlu dikenakan cukai. Diantaranya minuman bersoda dan industry plastik itu sendiri,” papar Suwarno.

Pada kesempatan tersebut Sumantri Suwarno menyesalkan pemerintah yang terlalu banyak berkutat pada penarikan cukai di industri rokok atau tembakau. Sementara cukai di produk atau industri lainnya masih diabaikan. Menurut konsultan keuangan beberapa perusahaan property ini, industri tembakau jangan terlalu diperas dengan mengenakan cukai yang terlalu berat atau kenaikannya berulang ulang. Sebab Industri rokok maupun tembakau selain memberikan pendapatan langsung bagi negara yang jumlahnya ratusan triliun juga menyerap lapangan pekerjaan bagi rakyat . 

“Industri rokok maupun tembakau merupakan salah satu sumber pendapatan negara baik langsung maupun tidak langsung. Yang langsung, industri rokok dan tembakau membayar cukai rokok yang cukup signifikan jumlahnya. Pendapatan tidak langsung, industri rokok dan tembakau menyerap lapangan pekerjaan yang banyak, sebab industri rokok dan tembakau itu padat modal. Jutaan tenaga kerja mendapatkan sumber pendapatan dari industri rokok. Baik dengan menjadi petani tembakau, karyawan atau buruhnya maupun industri ikutannya seperti periklanan, transportasi, dan perdaganganya atau retailernya. Jadi Pemerintah harus fair atau adil dalam memperlakukan industry rokok dan tembakau di tanah air. Jangan dipukuli terus. Jangan dikenakan cukai terus, Sebab kalau industry rokok dan tembakau kolaps saat ini akan membahayakan perekonomian.” Paparnya.

Ditambahkan oleh Sumantri Suwarno, dalam mengelola keuangan dan perekonomian negara, di saat harga komoditi di tingkat dunia saat ini sedang mengalami penurunan Pemerintah  memang harus lebih berhati hati. Selain menghemat anggaran   pemerintah juga harus lebih kreatif dengan menggali potensi potensi cukai di sektor lain. Industry rokok dan tembakau yang sudah memberikan masukan pendapatan yang sangat besar, jangan lagi dibebani dengan pungutan cukai yang berlebihan. Industri rokok dan tembakau harus terus dilindungi. Sedangan industri lainnya yang belum dikenakan cukai, perlu dikenakan cukai. Sehingga tercipta keadilan bisnis dan berusaha,” pungkas Sumantri.

Terpopuler

To Top