GTR 2019 Untuk Menggali Potensi Kearifan Lokal Budaya

man-headphones

Penampilan peserta GTR 2019 dari Sumatera Utara hari ke-2 di Gedung Kesenian Jakarta. (FOTO: Istimewa)

CN, JAKARTA - Budayawan dan Dosen ISBI Bandung, Mas Nanu Muda mengungkapkan workshop Gelar Tari Remaja (GTR) 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI merupakan salah satu upaya menggali potensi kearifan lokal budaya.

Menurutnya melalui kegiatan GTR 2019 diharapkan setiap sanggar dengan koreografernya dapat bekerjasama dan berkolaborasi menampilkan kemampuannya mengusung suatu gagasan baru terpatri lewat kreasi tari dengan kreativitas yang berbasis budaya lokal.

"Dalam rangka meningkatkan kualitas produk kreativitas tari, perlu adanya suatu kegiatan proses mencipta atau proses garapan bagaimana terwujudnya karya tari sehingga melalui proses garapan ini munculnya karya-karya tari baru," kata Budayawan asal Bandung Mas Nanu Muda akrab disapa Abah Nanu dalam artikel Pengamat "Kreativitas Tari Berbasis Tradisi" GTR 2019, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Aban Nanu juga menjelaskan tari membawa kita kepada pemahaman akan nilai sosial budaya tidak sebagai aturan tetapi seperti yang dihidupkan oleh orang-orang.

"Tari dapat membantu kita memahami apa nilai sosial budaya itu dan bagaimana orang mewujudkan dan menggunakan nilai-nilai tersebur," tuturnya.

Kreativitas berbasis tradisi dikatakan abah Nanu untuk mempertahankan daya saing sekaligus mencegah agar kesenian tradisi tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

"Maka diperlukan mengembangkan kreativitas dan inovasinya untuk membuat kreasinya lebih unik. Hal ini sangat penting dilakukan oleh para seniman, mengingat globalisasi begitu kuat pengaruhnya pada kelangsungan hidup kesenian tradisi," kata Budayawan dan Dosen ISBI Bandung, Mas Nanu Muda.

Hadir juga sebagai Pengamat sekaligus Juri GTR 2019 yaitu Frans Sartono (Wartawan Senior Kompas), Wa Ode Siti Marwiyah Sipala (Dosen IKJ), Drs. Y. Subowo. M.Sn (Dosen ISI Yogyakarta), Hartati (Dosen IKJ), Wasi Bantolo (Dosen ISI Surakarta).

Gelar Tari Remaja (GTR) 2019 diikuti oleh 33 komunitas seni tari yang mewakili 33 provinsi di Indonesia dengan mengambil tema “Tarianku Indonesiaku”.

Kegiatan GTR 2019 merupakan pelaksanaan program Penguatan Karakter Berbasis Seni Tari yang diampu oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI. (*)
 

Terpopuler

To Top