Penguatan Karakter Remaja Indonesia, Melalui Gelar Tari Remaja

man-headphones

Direktur Kesenian Kemendikbud Restu Gunawan. (FOTO: Istimewa)

CN, JAKARTA - Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan program Penguatan Karakter Berbasis Seni Tari bertajuk “Gelar Tari Remaja 2019” (GTR 2019) pada 2-4 Juli 2019 di Gedung Kesenian Jakarta.

GTR 2019 diikuti oleh 33 komunitas seni tari   yang mewakili 33 provinsi di Indonesia dengan mengambil tema “Tarianku Indonesiaku”

Guna membingkai perhelatan GTR 2019 ini,  sebelumnya telah dilaksanakan  Lokakarya Gelar Tari Remaja 2019 pada tanggal 2-4 Mei 2019.

Direktur Kesenian Kemendikbud Restu Gunawan mengatakan ajang lokakarya ini sekaligus untuk lebih meningkatkan kompetensi dan kreativitas para peserta GTR dalam menggarap gagasan yang bersumber dari tema “Tarianku Indonesiaku.”

Restu juga menjelaskan Gelar Tari Remaja (GTR) 2019 adalah sebuah selebrasi komunitas seni tari seluruh Indonesia.

"Di sinilah ide-ide, imajinasi dan kreativitas seni tari dapat terus berkembang. Seluruh sumber daya, terutama para Penari Remaja, Penata Tari dan Penata Musik dan Pemangku Kepentingan secara efektif mendorong perkembangan seni budaya sehingga tercipta ekosistem tari yang dinamis dan berkesinambungan," tutur Restu Gunawan.

Lebih lanjut Restu mengatakan melalui Gelar Tari Remaja inilah beberapa nilai - nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kepekaan sosial, kerjasama, gotong royong, cinta tanah air, pemahaman kebhinekaan dalam interaksi budaya yang beragam, diharapkan menjadi penguat karakter bagi remaja-remaja Indonesia.

Ditambahkan Restu, GTR 2019 ini mencerminkan realitas sosial-historis masyarakat kesenian Indonesia, yang  dibangun oleh kemajemukan nilai, dialektika kreativitas, konsep-konsep solusi yang akan ditawarkan para remaja ketika mereka  berhadapan dengan problem wilayah budaya dan kelokalan yang beragam.

"Ajang GTR ini juga akan meningkatkan interaksi kreatif antar budaya," ungkapnya.

Restu Gunawan menekankan ekspresi seni, baik sebagai manifestasi personal maupun sebagai realisasi nilai kolektif, adalah bentuk-bentuk keberdayaan masyarakat kesenian, untuk menunjukkan bahwa kreasi dan estetika seni secara dinamis selalu melakukan penyesuaian dan transformasi pengalaman di tengah perubahan sosial.

"Ekspresi seni itu harus dibudayakan sejak dini, terutama pada usia remaja yang penuh dengan vitalitas dan idealisme," kata Direktur Kesenian Kemendikbud Restu Gunawan. (*)
 

Terpopuler

To Top