Habib Muhsin Ahmad Alatas Imbau Peserta Aksi Harus Taat Aturan dan Menjaga Kedamaian

man-headphones

Pengarah utama GNKR yang juga menjabat sebagai Majelis Syuro Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhsin Ahmad Alatas.

CN, JAKARTA - Pengarah utama GNKR yang juga menjabat sebagai Majelis Syuro Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhsin Ahmad Alatas menegaskan aksi yang akan dilakukan pada 21 dan 22 Mei 2019 merupakan aksi damai.

Menurutnya masyarakat yang berdatangan memang dalam kondisi ingin berjuang untuk mengawal hak konstitusinya, karena itu semua elemen masyarakat melebur kedalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR).

Termasuk FPI yang selama ini sangat dikenal dengan seragam putih-putihnya, kali ini akan bergabung tanpa menggunakan baju yang sama (seragam) karena sudah mengatas namakan rakyat, jadi harus melebur.

Untuk menjaga keutuhan dan kerukunan bangsa sejumlah tokoh  nasional seperti  Rizal Ramli, Tyasno Sudarto, M. Sofjan Jacoe, Kwik Kian Gie, dan Rahmawati Soekarno Putri
akan menyampaikan orasi tentang kedaulatan rakyat, kebangsaan dan keadilan yang harus dirasakan oleh rakyat.

"Visi-misi kita adalah mendukung Indonesia yang utuh dan ketertiban masyarakat yang terjaga, caranya dengan mempertahankan Pancasila dan UUD 45 dilaksanakan secara konsisten," tegasnya di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Mengenai kesiapan aksi menolak hasil Pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR), sudah mencapai 90%, termasuk untuk mengurus surat pemberitahuan keramaian.

Kesiapan tersebut berdasarkan hasil rapat terakhir dinihari tadi, Selasa 21/05/2019 dikawasan Cikini, Jakarta Pusat. 

Imbauan agar aksi tanggal 21-22 Mei 2019 berjalan damai sudah disampaikan dan disebarluaskan sejak kemarin melalui meme dan medsos bahwa aksi kali ini adalah aksi damai. (*)
 

Terpopuler

To Top