Dirjen Jumain: Meningkatkan Alutsista TNI Dengan Kembangkan Inovasi Teknologi

man-headphones

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe (keempat dari kiri). Foto: Humas Dirjen Penguatan Inovasi

CN, JAKARTA - Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe meminta Pengembangan teknologi siluman atau dikenal dengan teknologi anti radar mengacu pada Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) dimana merupakan dokumen perencanaan yang memberikan arah prioritas pembangunan iptek untuk jangka waktu 28 tahun (2017-2045).

Jumain Appe mengatakan Berdasarkan program fokus riset teknologi pertahanan dan keamanan terkait dengan teknologi pendukung daya gerak memiliki target riset berupa kapal perang anti radar dan terkait dengan teknologi pendukung hankam, memiliki target riset berupa material khusus alutsista coating anti radar. Sedangkan berdasarkan program fokus riset material maju terkait dengan teknologi pengolahan mineral strategis berbahan baku lokal memiliki target berupa pilot plant pengolahan logam tanah jarang menjadi logam strategis.

Menurutnya letak geografis wilayah Indonesia yang sangat luas dan berbentuk kepulauan sangat berpotensi mendapat ancaman dari negara lain dimanapun dan kapanpun sehingga dapat merugikan bangsa dan negara.

"Untuk itu koordinasi pengamanan wilayah kelautan pada saat ini sangat diperlukan mengingat pertahanan dan keamanan negara menjadi salah satu prioritas nasional dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia," kata Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe pada acara uji coba Cat Anti Radar di Pos TNI AL Pantai Mutiara Jakarta, Jumat (29/3).

Lebihlanjut Jumain Appe mengungkapkan salah satu wujud peningkatan kemampuan alutsista TNI adalah pengembangan teknologi siluman atau anti radar. Teknologi ini merupakan teknologi milenial yang mampu menyerap gelombang radar pada frekuensi tertentu. Teknologi ini untuk saat ini hanya dimiliki oleh negara-negara maju dan tidak bersifat komersial karena merupakan bahan yang sangat strategis untuk pertahanan nasional suatu negara.

BATAN melalui Pusat Sains Teknologi Bahan Maju bekerjasama dengan PT. Sigma Utama Paint, PPET-LIPI, dan Dislitbang TNIAL telah berhasil melakukan pengembangan teknologi siluman berupa produk cat anti deteksi radar berbasis bahan smart magnetic dari logam tanah jarang. (*)

 

Terpopuler

To Top