Dirjen Hilmar: Seni serat sebagai seni yang luar biasa dan sangat langka di Indonesia

man-headphones

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid Meresmikan Pameran

CN, JAKARTA - Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Galeri Nasional Indonesia menggelar Pameran "Serat Jiwa" berlangsung pada 25 Maret - 7 April 2019 di Gedung D Galeri Nasional Indonesia dikawasan Gambir Jakarta Pusat.

Seni serat di Indonesia termasuk langka artinya seniman-seniman modern kontemporer yang menggunakan serat sebagai materinya tidak banyak sehingga menjadi istimewah dan Biranul Anas Zaman sebagai salah satu pelopor di bidang itu dan beliau juga sebagai Guru Besar secara akademik juga paripurna.

"Tetapi menariknya setelah kita cek ternyata karyanya Biranul Anas Zaman tidak sering di pamerkan, maka kita sangat berterima kasih ketika berdiskusi, 40 tahun karir beliau sebagai seniman serat di pamerkan di Galeri Nasional Indonesia," kata Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

Hilmar mengungkapkan seni serat di Indonesia yang tradisi itu luar biasa artinya bangsa ini memiliki kekayaan dari sabang sampai merauke di tiap tempat akan menemukan masyarakat mengelola menggunakan berbagai macam bahan untuk mengembangkan tekstil.

"Ini yang menjadi bahan penelitiannya pak Anas, selama beliau secara akademik disertasinya mengenai Sumba dan  karya-karyanya sangat mendalami bukan cuma sebatas pengembangan motif saja," jelasnya.

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid berharap berlangsungnya Pameran ini memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk mengembangkan seni serat dalam bentuk-bentuk yang baru. (*)

 

Terpopuler

To Top