BPTJ Sudah On The Track Dalam Tata Kelola Transportasi Jabodetabek

man-headphones

CN, Jakarta - Kinerja lembaga Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek dinilai sudah baik dan on the track dalam menata da mengelola transportasi kawasan jabodetabek. “Sudah selayaknya lembaga ini diperkuat secara kelembagaan. Sehingga bisa melaksanakan tugasnya dengan baik,” demikian diungkapkan Mantan Menteri Perhubungan Jusman Sjafei Djamal dalam diskusi Bedah Peran Strategis BPTJ di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Menurut Jusman, BPTJ dibentuk melalui Perpres No.103/ 2015. Lembaga BPTJ menyesuaikan dengan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) yang ditetapkan dengan Perpres No.55/2018. “Jika RITJ ini dijalankan dengan baik dan konsisten serta key performent indicator (KPI) yang sudah dirumuskan, maka masalah transportasi Jabodetabek khususnya di Kota Jakarta akan teratasi,” tegas Jusman.

Jusman menjelaskan bahwa, untuk menilai gagal atau berhasilnya BPTJ dalam menata transportasi Jabodetabek, tak bisa dilakukan dalam waktu yang sesaat. “Banyak kota-kota besar di dunia, seperti Tokyo Jepang misalnya, butuh waktu sampai 50 tahun.” Ujarnya.

Pada kesempatan yang sama pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai bahwa, kinerja BPTJ dalam menata dan mengelola transportasi Jabodetabek sudah cukup baik. “Yang perlu dilakukan, bagaimana peran dan fungsi BPTJ makin baik dan optimal melayani masyarakat.” Tuturnya.

Menurut Agus, BPTJ telah melaksanakan tuposkinya dengan baik dan cukup sukses. Trend perbaikan pelayanan angkutan umum sudah mulai kelihatan, “namun begitu, untuk memperkuat lembaga BPTJ secara kelembagaan tak cukup dengan Perpres No.103/2015 lagi. Perpres itu dinilai kurang cukup mengakomodir dnamika yang terjadi di lapangan. Perlu aturan baru bisa dalam bentuk Perpres atau Kepres agar lembaga BPTJ makin kuat dengan kewenangan yang jelas,” tegas Agus.

Dirut Perum PPD Putu yasa menambahkan, pihaknya bersama aparat di daerah serta BPTJ sudah terjalin dengan baik dan hermonis. “Pola dan hubungan kerja iut perlu diperkuat dan ditingkatkan, sehingga mampu menghadirkan pelayanan angkutan umun yang makin baik,” katanya.

Menurut Putu, kehadiran dan peran BPTJ sudah cukup baik dan menjadi mediator dan fasilitator yang baik dan optimal. “Alangkah baiknya jika lembaga BTJ itu diperkuat peran dan posisinya ke depan. Untuk membangun dan mengeola transportasi umum di Jabodetabek butuh kerja sama dan sinergi yang makin baik,” pungkas Putu.

Terpopuler

To Top