BPTJ Targetkan Moda Share Angkutan Umum Capai 60 Persen

man-headphones

CN, Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) menargetkan Key Performent Indicator (KIP) yang akan dicapai hingga tahun 2029 antara lain adalah moda share angkutan umum capai 60%, kecepatan kendaraan di jalan minimal 60 km/ jam. Kemudian waktu tempuh point to point angkutan umum maksimal 1.5 jam pada jam sibuk. “Sesuai dengan tugas pokok yang tercantum dalam Perpres No.55/2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ). Wilayah kerja BPTJ meliputi 3 provinsi dan 8 kota/ kabupaten di sekitar Jakarta.” Demikian diungkapkan Kepala Badan Pengelola Transportasi Publik Bambang Prihartono dalam diskusi Membedah Peran Strategis BPTJ di Jakarta, Kamis (21/32019).

Menurut Bambang Pri, jarak tempuh dari rumah maksimal 500 meter sudah ada kendaraan umum. Selanjutnya perpindahan antarmoda maksimal tiga kali. “Dengan begitu, orang makin enjoy naik kendaraan umu, dan mau tinggalkan mobil pribadi di rumah,” tuturnya.

Bambang Pri juga mengatakan, sampai 2019 mendatang kebutuhan investasi untuk membangun angkutan umum dan infrastruktur pendukungnya butuh dana sapai Rp600 triliun. “Tapi dalam jangka pendek sampai 2018-2014 atau lima tahun dibuthkan sekitar Rp329.5 triliun.” Ujar Bambang.

Bambang Pri menambahkan, kebutuhan dana investasi tersebut sebagian besar diharapkan datang dari swasta dan BUMN. “Hanya sedikit dari APBD yaitu sekitar 16% dan APBN 8,47%.” Jelasnya.

Bambang Pri mengungkapkan bahwa, pihaknya akan melakukan revitalisasi terminal serta membangun trinsit operated develepmpent (TOD) bersama BUMN dan swasta dalam rangka meningkatkan pelayanan angkutan umum di wilayah Jabodetabek. “TOD di wilayah Jakarta itu antara lain di Lebak Bulus, Pasar Senen, Pondok Cina. Semua TOD itu berbasis rel atau (rail based) baik KAI atau MRT,” papar Bambang Pri.

Bambang Pri juga menjelaskan, pemerintah sudah mendistriusikan 1.000 bus untuk angkutan umum ke berbagai pemukiman di wayah Jabodetabek. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 bus dioperasikan oleh Perum PPD. Tahun 2019 ini Pemerintah menargetkan akan menambah 1000 bus angkutan umum, ke berbagai titik di Jabodetabek. “Termasuk ke kawasan pemukiman dan digunakan untuk melayani angkutan umum langsung ke pusat kota di Jakarta,” pungkas Bambang Pri.

Terpopuler

To Top