160 Unit BRANZ Mega Kuningan Laku Terjual

man-headphones

Foto: BRANZ Mega Kuningan 160 unit laku terjual

CN, JAKARTA - BRANZ Mega Kuningan sendiri baru saja diperkenalkan pada bulan Desember 2018, namun sebanyak 160 unit sudah laku terjual. Hasil penjualan dari Grand launching ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepercayaan tinggi terhadap kualitas Jepang, pengalaman yang dibawa oleh Tokyu Land Indonesia, serta minat yang tinggi terhadap proyek berskala besar di pusat Jakarta meski saat ini bukan merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi menjelang pemilu pada bulan April tahun ini. Ini merupakan suatu hal yang luar biasa mengingat keadaan pasar properti Jakarta dalam beberapa tahun belakangan ini.

Presiden Direktur Tokyu Land Indonesia, Keiji Saito mengatakan Pihaknya merasa gembira atas jumlah penjualan yang di luar dugaan. Berlokasi di area Mega Kuningan yang sedang menjadi pusat perhatian saat ini, hasil penjualan ini adalah sebuah bentuk apresiasi terhadap know-how pengembangan properti yang telah kami kumpulkan di Indonesia selama 40 tahun dan Japanese-Quality dalam pengerjaan proyek secara terpadu mulai dari akuisisi tanah, pengembangan, serta pengelolaan.

"Proyek Mega Kuningan adalah sebuah kompleks fasilitas gabungan yang terdiri atas kondominium, apartemen rental, dan fasilitas komersial. Menyusul BRANZ BSD Ai dan BRANZ Simatupang yang mulai dikembangkan pada tahun 2015 dan selesai dibangun pada tahun lalu, bagian hunian kondominium dan apartemen rental dari Proyek Mega Kuningan juga dinamakan “BRANZ”, sebuah merek kondominium yang dikembangkan di Jepang oleh Tokyu Land Corporation," ungkapnya.

Lebihlanjut Keiji Saito mengatakan pengembangan BRANZ BSD Ai dan BRANZ Simatupang berlangsung dengan baik sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Bahkan, BRANZ BSD Ai berhasil diselesaikan dua bulan lebih cepat dari jadwal. Hal ini menunjukkan kemampuan developer Jepang dalam mengontrol pekerjaan.

Pengembangan BRANZ Mega Kuningan menurutnya, dilakukan secara terpadu oleh perusahaan Jepang mulai dari akuisisi tanah,
pengembangan, perencanaan, pengerjaan, hingga pengelolaannya, termasuk juga penempatan peralatan perumahan yang canggih dari Jepang. Pemasangan teknologi arsitektur yang unggul dan canggih dari Jepang tersebut bertujuan untuk menawarkan gaya hidup baru di ibukota Jakarta yang memiliki perkembangan pesat.

Area penataan ulang yang berskala besar di pusat Jakarta terletak di jantung kota (CBD) Jakarta, properti ini akan menjadi kompleks berskala besar yang terdiri dari kondominium, apartemen rental, dan fasilitas komersial akan dibangun di sebuah lahan seluas 1 hektar di area Mega Kuningan, salah satu bagian kota yang sedang menjadi area proyek penataan ulang berskala besar. Aksesnya yang mudah ke perkantoran disekitar Mega Kuningan dan Sudirman membuatnya tidak hanya dapat
dijadikan sebagai tempat tinggal orang Indonesia saja, tetapi juga dapat disewakan kepada ekspatriat asing. Selain itu, Proyek Mega Kuningan juga akan memiliki fasilitas komersial sehingga dapat menawarkan gaya hidup yang nyaman bagi penghuninya untuk berbelanja dan menikmati hiburan di lokasi yang sama tanpa harus terjebak dengan kemacetan di Jakarta.

Prestasi dalam membangan propertinya di Indonesia Sejak ekspansi ke Indonesia pada tahun 1975, Tokyu Fudosan Holdings Group telah mengembangkan sebanyak
4.500 rumah tapak. Kemudian pada tahun 2012, dengan didirikannya Tokyu Land Indonesia, pengembangan
properti urban seperti perumahan vertikal tingkat sedang dan tinggi juga mulai dilakukan. Tingginya pemahaman
terhadap kebutuhan setempat yang lahir dari komitmen yang kuat terhadap pasar Indonesia juga menjadi salah satu alasan mengapa pembeli properti memilih BRANZ.

"Berbekal pengalaman dan know-how yang dimiliki, Tokyu Land Indonesia yakin dapat mewujudkan kualitas Jepang yang diharapkan," tuturnya. (*)
 

Terpopuler

To Top