HUT ke 31, Pangkalan PLP Siap Hadapi Tantangan Dalam Menjaga Dan Menegakan Hukum Perairan Indonesia

man-headphones

Dirjen Perhubungan Laut

CN, Jakarta - Luasnya perairan dan banyaknya kapal yang melintasi perairan Indonesia merupakan suatu tantangan besar bagi Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dalam melaksanakan fungsi penjagaan dan penegakan hukum untuk menjamin keselamatan dan keamanan di perairan Indonesia. “sebagai institusi yang diberikan kewenangan untuk menjaga kedaulatan dan melakukan penegakan hukum di perairan Indonesia, PLP telah mengabdi selama 31 tahun.” Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan Agus Purnomo pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Pangkalan PLP ke-31 di Lapangan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Menurut Dirjen, menapaki usia yang ke-31 tahun, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, tantangan dalam menjaga dan menegakan peraturan di laut sangat kompleks. “Seiring bertambahnya usia, tentu PLP harus semakin matang dan profesional dalam melayani masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan tema HUT Pangkalan PLP ke-31 yaitu 'Profesionalisme Penjaga Laut dan Pantai untuk Peningkatan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran', tegas Dirjen Agus.

Dirjen Agus juga meminta kepada seluruh jajaran PLP untuk meningkatkan koordinasi yang baik antar instansi penegakan hukum di laut serta meningkatkan pengetahuan tentang hukum laut internasional dan hukum nasional.

Selain melaksanakan fungsi penjagaan dan penegakan peraturan perundang-undangan di laut, Pangkalan PLP juga berperan aktif dalam memberikan dukungan untuk pencarian dan pertolongan musibah di laut ataupun bencana alam.

"Salah satunya, ketika terjadi bencana tsunami akibat meletusnya anak gunung krakatau, Pangkalan PLP hadir dalam memberikan pertolongan dalam evakuasi masyarakat, juga saat membantu menyalurkan bantuan kemanusiaan pada korban bencana gempa bumi di Palu dan Donggala," terang Dirjen Agus.

Peringatan HUT PLP ini dapat dijadikan momentum untuk mengingat kembali sejarah pembentukan Pangkalan PLP yang semula adalah Armada Penjagaan Laut dan Pantai, dan pada tahun 2002 berubah nama menjadi Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 65 Tahun 2002.

Saat ini, terdapat 5 (lima) Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai di Indonesia, yaitu Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban, Pangkalan PLP Kelas II Surabaya, Pangkalan PLP Kelas II Bitung dan Pangkalan PLP Kelas II Tual.

"Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi seluruh jajaran penjagaan laut dan pantai. Pegang teguh semboyan 'Dharma Jala Praja Tama' yang berarti sebagai insan bahari selalu berusaha menjalankan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara.” pungkasnya.

Di sela-sela upacara, Dirjen Perhubungan Laut juga berkesempatan menyerahan Surat Keputusan (SK) Purna Bhakti Anggota Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok dan life jacket kepada perusahaan pelayaran yang berada di wilayah kerja Kantor KSOP Muara Angke dan KSOP Karangantu sebanyak 152 life jacket.

Adapun Peringatan HUT Pangkalan PLP ke-31 ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan demonstrasi seperti Demo Peraturan Baris-Berbaris (PBB), Demo Bela Diri, Demo Bongkar Pasang Senjata, Demo Boarding Officers, Demo Search And Rescue (SAR), dan aksi Marching Band dari Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP).

Terpopuler

To Top