Mintarsih: Atasi prostitusi dengan penegakan hukum yang tegas

man-headphones

Pengamat sosial Mintarsih A. Latif

CN, Jakarta - Pengamat Sosial Mintarsih A. Latif mengatakan prostitusi online sebetulnya sudah terjadi sejak pengenalan situs jejaring sosial makin gencar di kalangan pengguna telepon cerdas (smartphone) dan belakangan ini muncul terkait kasus Vanessa Angel.

"Pemerintah melalui Instansi terkait perlu mempertegas aturan hukum yang memberikan efek jera," kata Mintarsih di Jakarta, Minggu (3/2).

Menurut Mintarsih perlu ada format atau penyusunan mengenai undang-undang yang mengatur secara spesifik kasus prostitusi online selain itu juga perlu memperbaiki faktor ekonomi yang masih menjadi alasan praktik prostitusi sulit dihapuskan.

Salah satu point pentingnya harus ada hukuman berat bagi si penyewa jasa seks komersil itu sendiri.

"Kasus prostitusi online yang belakangan kembali muncul ke publik jangan hanya dilihat dari undang-undang ITE saja. Namun perlu adanya revolusi hukum, sehingga tidak hanya mengarah kepada pihak tertentu, namun untuk melindungi generasi bangsa ini," ungkapnya.

Lebihlanjut Mintarsih menilai permasalahan-permasalahan yang terjadi belakangan ini seperti prostitusi, perkosaan disertai pembunuhan dan perampokan menuntut keseriusan aparat penegak hukum untuk lebih tegas dan tanpa tebang pilih dalam menjalani tugasnya.

"Munculnya fenomena prostitusi bukan sekedar mengejar penghasilan yang lebih besar. Lebih dari itu, masalah tersebut adalah fenomena sosial yang berkaitan dengan persoalan ekonomi, kultural dan gaya hidup," tuturnya. (*)

 

Terpopuler

To Top