Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Dukung Kepolisian Usut Kasus Dugaan Asusila

man-headphones

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono (tengah) saat konferensi pers di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Jumat siang (11/1).

CN, Jakarta - Saat konferensi pers di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Jumat siang (11/1), Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono menjelaskan atas kasus dugaan asusila yang melibatkan salah seorang anggotanya berinisial SAB dengan pegawai kontrak yang berinisial RA.

Guntur mengatakan kalau dirinya baru mengetahui perihal kasus ini setelah mendapat surat tembusan laporan dari RA. Dimana surat ini diajukan oleh RA kepada Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) pada (6/12/2018) atas dugaan tindakan pelecehan yang dilakukan oleh SAB.

"Kasus ini sedang dalam penanganan pihak kepolisian. Kami mendukung kepolisian untuk memproses penyidikan agar segera mengungkap kebenarannya," ungkap Guntur Witjaksono.

Sekarang ini baik RA dan SAB sedang diperiksa oleh dewan kode etik  Dewan Jaminan Sosial Nasional bahkan SAB dalam keterangannya beberapa waktu sudah menyatakan mundur dari anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan.

Guntur juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang menuding tata kelola Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan buruk dan ada overlapping wewenang dalam perekrutan staf komite Dewas BPJS Ketenagakerjaan.

Perlu diketahui bahwa kegiatan operasional organ BPJS Ketenagakerjaan setiap tahun pasti dilakukan audit oleh lembaga pengawas keuangan seperti OJK, BPK, dan KAP, di samping kegiatan monitoring dan evaluasi dari DJSN yang mendapatkan predikat Baik. (*)

 

Terpopuler

To Top