2019, Kemenkes Bangun 279 Rumah Sakit di Daerah Tertinggal dan Perbatasan

man-headphones

Menkes RI, Nila Moeloek pada acara Jumpa Pers Awal Tahun 2019 di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

CN, Jakarta - Pada acara Jumpa Pers Awal Tahun 2019 di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (10/1/2019), Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila Moeloek mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan RI telah membangun 256 Puskesmas yang berada di daerah tertinggal dan perbatasan Indonesia sepanjang 2018.

Pembangunan Puskesmas berfungsi untuk mendukung pelayanan kesehatan di daerah perbatasan. Optimalisasi fungsi Puskesmas perbatasan ini akan mendukung upaya mengubah daerah pinggiran menjadi beranda depan untuk Indonesia.

"Pemerintah menganggarkan Dana Alokasi Khusus untuk pembangunan Puskesmas mulai dari fisik, peralatan kesehatan, rumah dinas, dan termasuk transportasi seperti ambulans," kata Menkes RI, Nila Moeloek.

Lebihlanjut Menkes mengungkapkan untuk menjamin kelancaran pembangunan tersebut diperlukan dukungan dan peran dari pemerintah daerah dalam upaya mengoptimalkan fungsi Puskesmas di daerah tertinggal dan perbatasan Indonesia.

Peran aktif tersebut dilakukan melalui pengawasan pemanfaatan Puskesmas, jaminan operasional Puskesmas, ketersediaan sumber daya yang bekerja di Puskesmas serta pemeliharaan seluruh aset-aset Puskesmas, baik sarana prasarana maupun alat kesehatan.

Lebihlanjut Menkes Nila Moeloek mengatakan pembangunan 110 Puskesmas perbatasan pada 2017 dilakukan di 48 kabupaten. Sementara 256 Puskesmas pada 2018  di 49 kabupaten di daerah tertinggal dan perbatasan. Rencananya pada 2019 Kemenkes akan membangun 279 rumah sakit di daerah tertinggal dan perbatasan Indonesia.

Pembangunan tersebut dalam rangka pemerataan fasilitas kesehatan baik tingkat pertama atau Puskesmas dan rujukan tingkat lanjut atau rumah sakit di seluruh Indonesia. (*)
 

Terpopuler

To Top