Anggota DJSN Taufik: masih ada PR di akhir tahun

man-headphones

Anggota DJSN, Taufik Hidayat pada acara Media Briefing Forum Wartawan DJSN, Hotel Citra Cikopo Puncak Raya, Bogor, Sabtu (29/12)

CN, Bogor - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menggelar kegiatan media briefing berlangsung di Hotel Citra Cikopo, Puncak Raya Bogor pada 28-29 Desember 2018.

Anggota DJSN, Taufik Hidayat mengatakan menjelang akhir tahun 2018 DJSN masih fokus pada lima permasalahan yang masih menjadi PR untuk segera mencarikan solusi terbaik ke depannya. terhadap persoalan yang belum terselesaikan terkait Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

"Kami (DJSN) mencatat ada lima permasalahan yang masih menjadi pekerjaan rumah ‘PR’ dan segera mencari solusi terbaik," kata Taufik Hidayat.

Taufik Hidayat mengungkapkan ada lima persoalan yang menjadi PR, diantaranya  tingkat kepesertaan masih rendah terutama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Pihaknya mengungkapkan masih banyak perusahaan-perusahaan yang malas mendaftarkan jaminan sosial ketenagakerjaan para karyawannya. Permasalahan kedua yaitu ada upaya penarikan dana Jaminan Hari Tua (JHT) sebelum waktu. Menurut Taufik penarikan dana JHT ini dilakukan secara disengaja atau menjadi modus saat terjadi situasi keuangan yang tidak baik.

Yang ketiga adalah potensi resiko program Jaminan Pensiun (JP), Selanjutnya mengenai permasalah tunggakan iuran yang besar. banyaknya peserta BPJS Kesehatan yang menunggak iuran juga berkontribusi pada terjadinya defisit BPJS Kesehatan.

Seperti diketahui bahwa BPJS Kesehatan mengalami defisit hingga mencapai angka Rp.16 triliun. DJSN akan melakukan penyesuaian terhadap besaran iuran yang dipastikan besaran iuran BPJS akan naik.

"Permasalahan JKN yang defisit mencapai Rp16 triliun dan permasalahan lainnya seperti pada Nomer Induk Kependudukan (NIK) tidak mempengaruhi semangat melanjutkan program JKN yang merupakan hak warga negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah," tutur Taufik Hidayat.

Sementara itu, Ketua Komisi Pengawasan dan Monev DJSN Zaenal Abidin mengatakan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) meminta pemerintah segera bertindak mengatasi defisit yang terus terjadi pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, misalnya dengan memberi dana talangan.

Menurutnya defisit pada BPJS Kesehatan selalu terjadi. Defisit yang terjadi sejak awal sampai saat ini kemudian terakumulasi. Melihat fenomena tersebut, ia menyebut DJSN sudah menyampaikan beberapa usulan.

"Penyelesaian defisit menjadi kewajiban pemerintah, karena di pasal undang-undang (UU) sistem jaminan sosial nasional (SJSN) dinyatakan pemerintah menyehatkan keuangan BPJS Kesehatan," kata Zaenal Abidin. *
 

Terpopuler

To Top