PHI KE-90 : Ketahanan Keluarga Untuk Kesejahteraan Bangsa

man-headphones

Foto: (dok. Humas KPPPA)

CN, Jakarta – Hari ini bangsa Indonesia memperingati Hari Ibu. Peringatan Hari Ibu bukanlah mother’s day yang dimaknai sebagai hari istimewa untuk memberikan penghargaan kepada kaum ibu yang selama ini berjasa di dalam peran domestik. Hari Ibu diperingati sebagai momentum untuk mengenang dan menghargai semangat serta perjuangan kaum perempuan dari berbagai latar belakang dalam pergerakan,  merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan.

“Peringatan Hari Ibu (PHI) hakikatnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan, serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” tutur Menteri PPPA, Yohana Yembise dalam Puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-90 tahun 2018 di Lapangan Kantin, Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat.
 
PHI ke-90 mengangkat tema “Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa." Menteri Yohana menuturkan berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi dan berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, seperti terjadinya kekerasan dan bentuk-bentuk perlakuan diskriminasi lainnya.

“Oleh karena itu, diperlukan keseriusan melalui berbagai cara untuk mencegahnya. Peran keluarga menjadi salah satu yang diharapkan dapat menjadi bagian utama/pilar untuk mencegah terjadinya kekerasan melalui penanaman nilai-nilai,  karakter, dan budi pekerti,” tegasnya.
 
Selain mendorong stakeholder untuk memberikan perhatian, pengakuan, dan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan, PHI juga diharapkan dapat membawa pengaruh dan energi positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak, dan kemajuan perempuan.

Hal ini memberikan keyakinan besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Dewasa ini, terbukti perempuan mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change) dalam berbagai sektor kehidupan.
 
Kegiatan di Bukittinggi ini menutup seluruh rangkaian kegiatan PHI ke-90 tahun 2018 untuk menyuarakan aspirasi kaum perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Yohana tak lupa mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada 6 (enam) pimpinan organisasi perempuan, yaitu OASE KK, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), TP PKK Pusat, Dharma Pertiwi, Dharma Wanita Persatuan Pusat, Bhayangkari; Gubernur dan jajaran pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Sumatera Barat, Walikota dan jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi, semua Kementerian, Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota, Lembaga masyarakat, mitra kerja lain, dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang sudah berpartisipasi aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan PHI.

“Saya berharap PHI ke-90 tahun 2018 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan serta meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia. “Maju terus perempuan Indonesia, terus berkarya, terus berinovasi, dan terus berjuang,” tegas Menteri Yohana. *

Terpopuler

To Top