Hari Ibu Sebagai Tonggak Sejarah Kehidupan Perjuangan Wanita

man-headphones

Chairman TEC Indonesia dan Ketua Umum Alumni Taiwan se-Dunia periode 2012-2014 Rini Lestari di Jakarta, Jumat (21/12).

CN, Jakarta - Peringatan Hari Ibu ke-90 pada 22 Desember 2018 bisa dijadikan sebagai prasasti penting atau tonggak sejarah dalam kehidupan perjuangan negara, khususnya bagi para wanita.

"Peringatan Hari Ibu bukan sekedar hari untuk diperingati, diingat ataupun dirayakan secara serimonial, namun ada pesan yang ditanamkan sebagai nilai yang sakral dan sarat makna tentang semangat juang wanita," kata Chairman TEC Indonesia dan Ketua Umum Alumni Taiwan se-Dunia periode 2012-2014 Rini Lestari di Jakarta, Jumat (21/12).

Menurut Rini makna Hari Ibu adalah hari kebangkitan perempuan Indonesia dan merupakan persatuan dan kesatuan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa. Kaum perempuan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan, namun juga ikut berperan melaksanakan dan berpartisipasi disegenap aspek pembangunan nasional.

"Di era modern saat ini, para perempuan juga mengeluarkan pemikiran kritis untuk turut berkontribusi didalam Pembangunan negeri ini," ungkapnya.

Peringatan hari ibu diambil dari hari pelaksanaan kongres perempuan Indonesia. Kongres ini dilaksanakan pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Gedung Mandala Wanitatama yang terletak dijalan Letjend Adi Sutjipto atau yang lebih dikenal dengan jalan solo.

Kongres ini bertujuan untuk menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum wanita.

Rini mengungkapkan di pada peran hakikinya, ibu yang menunjukkan kesungguhan dalam berkiprah di luar kegiatan sehari-harinya. Apalagi di ranah politik. Rini menilai secara umum partisipasi perempuan dalam dunia politik tidak boleh dipandang sebelah mata.

"Keberadaan peran perempuan sekarang ini tidak kalah dengan pria, dimana perempuan berkontribusi didalam pembangunan bangsa dan mereka mampu memaksimalkan peran dan potensinya dengan masuk ke dalam ranah politik. Perempuan memiliki makna yang sangat penting di dunia politik untuk memberikan pemahaman dan menyatukan persepsi tentang pentingnya pembangunan demokrasi yang sehat, adil dan realistis," tegasnya. *
 

Terpopuler

To Top