Pada Era Revolusi Industri 4.0 Dibutuhkan Pimpinan Perguruan Tinggi Kreatif dan Inovatif

man-headphones

Menristekdikti saat Upacara Pelantikan Pimpinan Perguruan Tinggi dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi periode 2018-2022 di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Senayan (20/11).

CN, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan bahwa perguruan tinggi di Indonesia saat ini tengah berada pada era revolusi industri 4.0, oleh karena itu diperlukan pemimpin yang kreatif dan inovatif yang mampu mengelola perguruan tinggi dengan cara yang baru.

“Berinovasi dan berkreasi merupakan sebuah keharusan dalam memimpin perguruan tinggi saat ini, karena cara memimpin dengan cara biasanya (business as usual) sudah tidak relevan dengan dengan zaman,” ucap Menristekdikti saat Upacara Pelantikan Pimpinan Perguruan Tinggi dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi periode 2018-2022  di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Senayan (20/11).

Ide kreatif dan segar pada tri dharma perguruan tinggi sangat dibutuhkan dari pimpinan perguruan tinggi. Sehingga pimpinan perguruan tinggi dapat menghasilkan kebijakan inovatif yang dapat meningkatkan mutu perguruan tinggi Indonesia di tingkat dunia dan menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi yang sesuai dengan tuntutan revolusi industri 4.0. Program studi, kurikulum, kompetensi dosen, kompetensi lulusan, sistem pembelajaran, riset dan kebijakan lainnya harus diselaraskan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat, dunia industri dan perkembangan zaman.

Pada kesempatan yang sama Menristekdikti mengingatkan pimpinan perguruan tinggi, kepala lembaga layanan pendidikan tinggi dan pejabat di lingkungan Kemenristekdikti untuk tidak menyalahgunakan wewenang sebagai pejabat tinggi dan menjauhkan diri dari tindakan yang tidak terpuji. 

“Sebagai penjaga moral, lembaga pendidikan tinggi berkewajiban melayani publik dan masyarakat. Jangan menyalahgunakan kekuasan untuk hal-hal tidak baik, apalagi sampai mengatasnamakan nama pejabat, perseorangan, bahkan Menteri di lingkungan Kemenristekdikti,” tutur Menristekdikti.

Menteri Nasir berpesan kepada pimpinan perguruan tinggi yang baru saja dilantik untuk mengelola perguruan tinggi dengan baik, dengan cara menjalankan “good university governance” yang memiliki 4 instrumen utama, yakni transparansi, ‘awareness’, ‘accountability’, dan ‘responsibility’. Empat instrumen tersebut dapat diterapkan pada perguruan tinggi, lembaga layanan pendidikan tinggi dan satuan kerja utama yang ada di Kemenristekdikti, agar dapat berjalan dengan baik.

Adapun Pimpinan Perguruan Tinggi dan Kepala Layanan Pendidikan Tinggi yang baru saja dilantik, yaitu : 

1. Dr. Herman Fithra, S.T., MK sebagai Rektor Universitas Malikul Saleh periode Th. 2018-2022
2. Prof. Dr. Ir. Aras Mulyadi, M.Sc sebagai Rektor Universitas Riau periode Th. 2018-2022
3. Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif ,M.Si sebagai Rektor Universitas Trunojoyo periode Th. 2018-2022
4. Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc sebagai Rektor Universitas Tidar periode Th. 2018-2022
5. Prof. Ir. Budi Santosa, M.Sc, Ph.D sebagai Rektor Institut Teknologi Kalimantan periode Th. 2018-2022
6. Prof. Dr. Novesar Jamarum, M.S sebagai Rektor Institut Seni Indonesia Padang Panjang periode Th. 2018-2022
7. Dr. Ir. Mirza Irwansyah MBA, MI.A sebagai Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Aceh periode 2018-2022
8. Arman Jaya, S.T., M.T sebagai Direktur Politeknik Madura periode Th. 2018-2022
9. Endang Kusuma S.E., M.M., Ak. C.A sebagai Direktur Politeknik Negeri Ketapang periode Th. 2018-2022 
10. Casiman Sukardi, S.T., M.T sebagai Direktur Politeknik Negeri Indramayu periode Th. 2028-2022
11. Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si sebagai Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII Bali, Nusa Tenggara Barat periode Th. 2018-2022

Dalam acara tersebut turut hadir Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim, Inspektur Jenderal Kemenristekdikti Jamal Wiwoho, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti, Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo, Dirjen Penguatan Inovasi dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Pejabat Eselon II dilingkungan Kemenristekdikti, serta tamu undangan lainnya.

Terpopuler

To Top