Menkes Hadiri Pekan Ilmiah yang di Gelar RSAB Harapan Kita dalam rangka HUTnya ke 39

man-headphones

Foto: Menkes RI Nila Moeloek

CN, Jakarta - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-39 pada tahun 2018 ini,  RSAB Harapan Kita menggelar kegiatan pekan ilmiah dengan Tema "Interdisciplinary Approach in Continuum of Care for Women & Children" pada 15-16 Desember 2018 di Hotel Sheraton Gandaria City Jakarta yang dihadiri Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila Moeloek.

Pelayanan berbasis continuum of care ini merupakan konsep pelayanan terpadu dan berkesinambungan yang merupakan kolaborasi lintas disiplin ilmu dari segi mutu layanan dan tenaga profesional.

Pekan ilmiah tahunan ini merupakan salah satu program dari Informasi Kesehatan yang akan menggambarkan profil serta indikator kesehatan terutama pada perempuan, perinatal dan anak yang akan menjadi bahan perencanaan pada tahun-tahun selanjutnya. RSAB Harapan Kita sebagai rumah sakit rujukan berusaha untuk memberikan kontribusi nyata dengan Layanan Terpadu Berkesinambungan dalam kesehatan perempuan, perinatal serta anak.

Rangkaian kegiatan ilmiah ini akan diadakan pada tanggal 15-16 Desember 2018. Acara ini merupakan kolaborasi lintas Staf Medik Fungsional, Keperawatan, Bidan dan Tenaga Kesehatan Lainnya di lingkungan RSAB Harapan Kita.

Dalam sambutannya, Menkes RI, Nila Moeloek menyampaikan stunting (gagal pertumbuhan) dan HIV AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia. "Pencegahan stunting dan HIV AIDS itu menjadi upaya yang sangat penting," ungkap Menkes Nila Moeleok.

Seperti kita ketahui, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2013) menyatakan bahwa 4 dari 10 anak (37,2%) mengalami stunting.

Pada kesempatan ini, Menkes Nila Moeloek berpesan kepada para orang tua, juga remaja selaku calon orang tua agar memahami bagaimana cara mencegah stunting, utamanya melalui perbaikan pola makan, pola pengasuhan, juga perhatikan kebersihan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk senantiasa menerapkan hidup sehat, dengan rajin berolahraga, perbanyak makan sayur dan buah, dan cek kesehatan secara berkala.

Lebihlanjut Menkes Nila F Moeloek meminta semua elemen masyarakat, untuk bersama-sama memerangi HIV AIDS. Menurutnya, AIDS dimulai dari HIV. Pihaknya akan terus melakukan penjaringan terhadap orang dengan HIV. Penjaringan ini penting agar yang bersangkutan tidak jatuh ke AIDS. Sebab ketika sudah terkena AIDS, maka kondisinya bisa jadi mematikan. 

Menkes menegaskan tidak mudah memerangi HIV AIDS di era seperti sekarang ini. Banyak penyebabnya seseorang jadi terkena HIV-AIDS, misalnya perilaku seks bebas dan penggunaan jarum suntik untuk napza secara bergantian.

"Semua ini kita perangi bersama-sama. Nggak mungkin hanya pak gubernur, bupati, wali kota, atau kami dari pusat, kalau tidak bersama-sama," kata Nila Moeloek.

Menkes meminta agar tidak mendiskriminasi orang dengan HIV-AIDS. Karena itu diharapkan di lingkungan masyarakat tidak ada stigmatisasi pada ODHA.

"Semangat gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) harus dilakukan dalam menemukan upaya-upaya inovatif dalam percepatan penyelesaian masalah kesehatan, khususnya pencegahan. Di samping penggalakkan kerja sama lintas sektor di tingkat pusat, komunikasi dan sinergi antara pusat dan daerah harus terjalin baik," tuturnya. *

Terpopuler

To Top