Pawai Budaya Meriahkan Puncak Kongres Kebudayaan Indonesia 2018

man-headphones

CN, Jakarta - Sebuah pertunjukan menarik akan mewarnai puncak acara Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 pada 9 Desember 2018. Ribuan penari tampil mewakili daerah-daerah seluruh Indonesia.

Kegiatan ini menegaskan keberagaman kebudayaan 
akan menjadi pijakan pembangunan ke depan hingga membuat Indonesia menjadi bangsa yang unggul.

 

Pawai dilakukan sebagai bagian penting dari puncak acara Kongres Kebudayaan dimana peserta akan menyerahkan hasil-hasil kongres kepada Presiden Joko Widodo.

 

“Salah satu konsep penting di dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, konsep yang terus berulang, adalah partisipasi aktif masyarakat,” ujar Dirjen Kebudayaan 
Hilmar Farid.

 

Indonesia adalah surga keberagaman di khatulistiwa. Budayanya terbentuk oleh aliran yang datang dari berbagai sisi. Interaksi antar budaya dinamis itu menampilkan rona khas Nusantara yang senantiasa dapat memadukan yang paradox. Kekhasan itu merupakan kekuatan tak terkira, laut bertemu darat, kebudayaan maritim bertemu pertanian.

 

Aliran dan daya yang lahir dari pertemuan berbagai kepentingan yang harmonis itu jadi konsep menjadi konsep dasar Pawai Kebudayaan. Pusaran Daya Nusantara Indonesia: “Warna Indonesia; Daya 
Nusantara!” Pawai Budaya berlangsung Minggu, 9 Desember 2018, pukul 06.30 - 11.00 WIB di Plaza Selatan.

 

Pawai ini diikuti oleh 3400 peserta dan setiap provinsi diwakili oleh 100 peserta. Pergerakan arakan-arakan bermula dari Pintu 5 Gelora Bung Karno. Dari sana, peserta berjalan ke arah Bundaran Tugu Pemuda Membangun, sambil melakukan beraneka koreografi yang telah dikreasi oleh Deni Malik, dan disesuaikan dengan ciri khas daerah masing-masing, dengan iringan musik.

 

Pada saat bersamaan dari berbagai sisi di area Plaza Selatan muncul para pesilat yang akan berkumpul di Panggung Utama. Beberapa pesilat akan berdiri di panggung utama, sementara beberapa yang lain akan berdiri di atas panggung portable di jalan raya. Mereka akan melakukan atraksi seperti mematahkan balok 
kayu, dan lain sebagainya. Sedangkan para peserta pawai terus berjalan menuju lingkungan Kemendikbud. Setibanya di sana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan bergabung. Di area panggung utama, mereka akan melakukan konfigurasi bertema “Suara Mahakarya 
Nuswantara” yang akan berlangsung sekitar 5 menit.

Konfigurasi tersebut akan dibuat dua Sequence bentukan yang akan diliput oleh Drone dan ditampilkan di Giant LED Screen yang ditempatkan di beberapa titik di seputar area Panggung Utama.

 

Nuansa merah putih akan terbentuk di akhir konfigurasi dan akan menjadi puncak dari seluruh alur pawai. Lagu Indonesia Raya 3 Stanza akan dinyanyikan bersama di Panggung Utama. Setelah itu, perkusionis GONG NEKARA akan masuk untuk membuka proses aubade Merah Putih.

Usai penampilan tersebut, 34 Gubernur akan berikrar. Hal itu kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video bumper 100 tahun KKI yang menggambarkan persatuan 34 Provinsi di Indonesia secara simbolis, yang ditutup 
dengan logo 100 tahun KKI.

 

Jajaran Gubernur akan silam lewat belakang panggung, sementara grup penyanyi membawakan medley lagu-lagu daerah. Penonton akan menyaksikan penampilan 
pemusik, sebelum panggung Pawai Kebudayaan resmi ditutup. *

Terpopuler

To Top